berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Lingkungan

Penanganan Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan Helikopter di Pulang Pisau

Slamet PrabowoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penanganan Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan Helikopter di Pulang Pisau
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Penanganan kebakaran lahan gambut menjadi sangat penting untuk dipahami ketika menghadapi situasi darurat di lapangan. Salah satu bentuk penanganan nyata terlihat pada peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, sebuah langkah penanggulangan dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mengatasi kobaran api. Dalam upaya tersebut, petugas pemadam kebakaran menggunakan helikopter sebagai alat utama untuk memadamkan kebakaran hutan pada ekosistem lahan gambut. Penggunaan helikopter ini menunjukkan bagaimana pendekatan dari udara diterapkan dalam menghadapi kebakaran hutan di kawasan tersebut. Penanganan ini menyoroti pentingnya pengerahan sarana udara untuk menjangkau area kebakaran secara efektif.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Skala kebakaran hutan yang melanda kawasan Pulang Pisau ini tercatat sangat luas dan memerlukan perhatian khusus dari petugas pemadam kebakaran. Berdasarkan catatan di lapangan, kebakaran hutan pada lahan gambut tersebut mencakup area seluas lebih dari 100 hektar. Luasan yang mencapai lebih dari 100 hektar ini menggambarkan besarnya tantangan yang harus dihadapi oleh para petugas pemadam kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah. Menghadapi lahan gambut yang terbakar dengan luasan yang sangat besar bukanlah suatu hal yang mudah, sehingga helikopter diterjunkan untuk mengatasi kebakaran lahan gambut di Pulau Pisau. Besarnya area yang terbakar ini menjadi alasan utama mengapa metode pemadaman menggunakan helikopter dipilih untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian.

Baca Juga

Cara Melindungi Terumbu Karang Indonesia dari Ancaman Perubahan Iklim

Cara Melindungi Terumbu Karang Indonesia dari Ancaman Perubahan Iklim

Kawasan Pulang Pisau, yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, merupakan wilayah yang memiliki area lahan gambut yang luas. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026 ini memberikan gambaran mengenai penanganan kebakaran di wilayah tersebut. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras memadamkan kebakaran hutan pada lahan gambut di Pulang Pisau. Sebagai bagian dari Provinsi Kalimantan Tengah, wilayah ini mendapat perhatian penuh ketika kebakaran hutan seluas lebih dari 100 hektar terjadi. Helikopter diterjunkan untuk mengatasi kebakaran lahan gambut di Pulau Pisau guna memastikan api dapat segera dipadamkan oleh petugas. Penanganan di lokasi seperti Pulang Pisau ini dapat menjadi rujukan mengenai bagaimana helikopter dikerahkan oleh petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan kebakaran hutan.

Proses pemadaman kebakaran hutan pada lahan gambut seluas lebih dari 100 hektar di Pulang Pisau ini turut didokumentasikan dengan baik oleh awak media. Dokumentasi mengenai petugas pemadam kebakaran yang menggunakan helikopter memadamkan kebakaran hutan tersebut dicatat oleh kontributor AFP/Reina. Catatan visual dari AFP/Reina ini memberikan bukti nyata mengenai upaya petugas pemadam kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, pada Jumat, 31 Juli 2026. Laporan mengenai helikopter yang diterjunkan untuk mengatasi kebakaran lahan gambut di Pulau Pisau ini juga didistribusikan melalui portal liputan6.com yang berada di bawah naungan KLY KapanLagi Youniverse. Adanya dokumentasi dari AFP/Reina ini sangat membantu dalam menyusun rujukan penanganan kebakaran lahan gambut, karena memperlihatkan secara langsung bagaimana helikopter digunakan untuk memadamkan api di Pulang Pisau.

Baca Juga

Fakta di Balik Video Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu

Fakta di Balik Video Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu

Sebagai kesimpulan, penanganan kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, memperlihatkan penggunaan helikopter oleh petugas pemadam kebakaran. Peristiwa pada hari Jumat, 31 Juli 2026, di mana petugas pemadam kebakaran menggunakan helikopter memadamkan kebakaran hutan pada lahan gambut seluas lebih dari 100 hektar, menjadi contoh nyata penanganan di lapangan. Dokumentasi dari AFP/Reina mempertegas bahwa pengerahan helikopter di Pulau Pisau merupakan bentuk upaya pemadaman utama. Melalui peristiwa yang dilaporkan oleh liputan6.com dan KLY KapanLagi Youniverse ini, dapat dipahami bahwa menghadapi kebakaran hutan di lahan gambut memerlukan sarana udara. Rujukan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai bagaimana petugas pemadam kebakaran menangani situasi kebakaran hutan di kawasan tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kalimantan Tengahkebakaran hutanPulang Pisaulahan gambutpemadaman helikopter

Berita Terbaru Lainnya

Pramono Bakal Tertibkan Pagar Tinggi di Mal dan PerkantoranMemastikan Kebenaran Video Viral Penggerebekan Mantan Kalapas Waingapu di Media SosialJadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasKalender Hijriah Agustus 2026 Lengkap dengan Jadwal Puasa SunahCara Melindungi Terumbu Karang Indonesia dari Ancaman Perubahan IklimKronologi dan Penyelidikan Kebakaran di Hotel Pullman Jakarta BaratFakta di Balik Video Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas WaingapuPanduan Rute dan Parkir Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 di Monas

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap