Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan seluruh biaya penanganan medis bagi korban peristiwa ledakan tabung gas elpiji di Desa Mekarmukti akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Jaminan pembiayaan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat melayat ke rumah duka para korban di Kampung Pulo Kapuk, RT 001/RW 005, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, pada Senin (31/8). Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta jajaran aparatur setempat.
Insiden dugaan kebocoran gas tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia, sementara empat korban lainnya dari satu keluarga masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Asap Kebakaran Hutan RI Tiba di Filipina, Manila Langsung Darurat

"Kita memandang Kabupaten Bekasi turut berduka atas meninggalnya dua warga kami dan juga para korban yang masih menjalani perawatan," ujar Asep di sela kunjungannya.
Empat korban luka saat ini dirujuk ke tiga fasilitas kesehatan berbeda. Sebanyak dua orang dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, satu korban mendapatkan penanganan di RSUD Kabupaten Bekasi, dan satu lainnya menjalani perawatan di RS Sentra Medika.
Siap-Siap! Tambak Garam Raksasa RI di NTT Panen Perdana November 2026

Selain menanggung beban medis, pemerintah daerah bersama Baznas menyalurkan bantuan santunan untuk menopang kebutuhan keluarga korban yang mendampingi di rumah sakit. Bantuan yang diserahkan mencakup dana tunai sebesar Rp15 juta beserta pasokan bahan pokok harian.
Menanggapi peristiwa ini, Asep meminta jajarannya hingga struktur pengurus RT dan RW untuk mengencangkan edukasi dan sosialisasi mitigasi bahaya tabung gas, terutama elpiji 3 kg. Warga diimbau untuk mengenali langkah penanganan darurat yang tepat saat mencium bau kebocoran gas di rumah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.






