Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan telah menyelimuti Manila, Filipina, pada Selasa. Polutan lintas batas yang berasal dari titik api sejauh hampir 2.000 kilometer tersebut langsung memicu peringatan darurat kesehatan masyarakat bagi ibu kota Filipina.
Kondisi kualitas udara di Metro Manila memburuk secara signifikan setelah angin barat daya membawa partikel polutan dari arah barat dan selatan Kalimantan. Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina sebelumnya telah mengeluarkan peringatan sejak hari Minggu, menyusul pembacaan stasiun pemantau yang mencatat indeks kualitas udara di sebagian wilayah ibu kota sudah menyentuh level sangat tidak sehat (acutely unhealthy).
Siap-Siap! Tambak Garam Raksasa RI di NTT Panen Perdana November 2026

Dampak kabut asap ini mulai mengganggu aktivitas publik secara luas. Otoritas di Quezon City mengambil langkah cepat dengan menangguhkan seluruh kegiatan belajar-mengajar di sekolah demi melindungi para siswa dari paparan polusi. Pada saat yang sama, para pakar kesehatan mendesak warga untuk menggunakan masker standar N95 apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Beras Jadi Penyumbang Inflasi Agustus 2026, Amran Tunjuk Penyebabnya

Berdasarkan pantauan citra satelit, pergerakan asap pekat tersebut terkonfirmasi bersumber langsung dari titik-titik karhutla di wilayah Kalimantan. Fisikawan atmosfer Gerry Bagtasa menjelaskan bahwa kabut asap tersebut membawa ancaman serius karena tersusun dari partikel-partikel mikro yang terbawa oleh aliran angin barat daya hingga mencapai wilayah kepulauan Filipina.






