Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiagakan sebanyak 1.425 personel relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Langkah ini diambil menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus berlangsung di sejumlah wilayah, khususnya pada enam provinsi yang masuk dalam prioritas penanganan.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan, menyampaikan bahwa kementerian saat ini memusatkan perhatian pada tiga fokus utama, yakni pemadaman karhutla, mitigasi pencemaran udara, serta pengawasan dan penegakan hukum lingkungan. Upaya pencegahan dan penanganan ini sekaligus ditujukan untuk menekan risiko kabut asap lintas batas atau transboundary haze.
Polisi Temukan Unsur Pidana Kematian Presenter TVRI, Kasus Naik ke Penyidikan

Ribuan relawan tersebut terbagi ke dalam 95 kelompok MPA yang disebar di daerah rawan karhutla. Kalimantan Selatan tercatat memiliki sebaran terbanyak dengan 20 kelompok, disusul Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing 18 kelompok, Riau dan Kalimantan Barat masing-masing 15 kelompok, serta Jambi dengan 9 kelompok.
Untuk menunjang efektivitas pemadaman darat, pemerintah telah menghibahkan 3.975 unit sarana dan prasarana penunjang bagi kelompok-kelompok MPA tersebut. Peralatan yang disalurkan meliputi 500 unit fire rake (garu api), fire beater, pompa jinjing, pompa punggung atau jet shooter, 375 unit selang pemadam, 100 unit nozzle, 75 unit Y-connector, serta 1.125 stel pakaian keselamatan dan 1.125 pasang sepatu bot.
Menkes Budi Gunadi Ungkap Amanah Prabowo Maju Jadi Calon Dirjen WHO

Sebagai rencana penguatan ke depan, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 35 kelompok MPA baru pada tahun 2026 guna memperluas jangkauan deteksi dini dan respons pemadaman karhutla di tingkat tapak.






