Bagaimana langkah pemerintah mempercepat penyediaan hunian bagi warga terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur? Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan kesiapan pembangunan 500 unit rumah untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ara, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa proyek hunian tersebut akan direalisasikan melalui skema gotong royong yang memadukan peran pemerintah bersama pihak swasta. Rencana pembangunan ini juga telah dimatangkan melalui koordinasi langsung dengan kepala daerah setempat.
"Saya baru bicara panjang dengan gubernurnya untuk dibangun," kata Ara.
Bahlil Ungkap Belanja Operasional ESDM Hanya 12 Persen dari Pagu 2027

Ara menambahkan bahwa rencana pembangunan 500 rumah di NTT tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto serta Ketua Satuan Petugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.
Penyediaan rumah tersebut dirancang secara komprehensif dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari institusi perbankan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), hingga pelibatan 50 arsitek secara pro bono alias gratis.
Menkes Budi Gunadi Ungkap Amanah Prabowo Maju Jadi Calon Dirjen WHO

Selain di NTT, skema gotong royong serupa diterapkan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk wilayah tersebut, disiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar guna mendirikan rumah yang memiliki nilai dan makna budaya.
Pemerintah turut menyiapkan alokasi rumah gratis di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya 200 unit di Kabupaten Tangerang, 103 unit di Tapanuli Utara, 152 unit di Menteng Tenggulun, serta 500 unit di Johar Baru.






