Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pencalonan dirinya sebagai kandidat direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merupakan tugas dan amanah yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pencalonan tersebut didorong oleh pandangan Presiden Prabowo bahwa Indonesia merupakan negara besar yang hingga kini belum pernah menduduki posisi pimpinan tertinggi di lembaga-lembaga naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui penugasan ini, Presiden berpesan agar Budi dapat mewakili kepentingan negara-negara berkembang sehingga persoalan kawasan tersebut memperoleh perhatian lebih di tataran global.
Budi Gunadi menjelaskan pentingnya keterwakilan negara-negara berkembang atau kelompok Global South di tampuk kepemimpinan badan dunia seperti WHO. Menurutnya, aspirasi dan suara dari negara-negara Global South perlu lebih didengarkan karena kelompok negara ini memiliki proporsi populasi yang lebih banyak serta kondisi ekonomi yang lebih miskin dibandingkan kawasan lainnya.
Ramalan Shio Tikus dan Kerbau Selasa, 1 September 2026 Navigasi Energi di Awal Bulan

Tahapan Seleksi dan Bursa Kandidat
Terkait mekanisme pemilihan, tahapan suksesi kepemimpinan dirjen WHO masih melalui proses yang cukup panjang. Saat ini tahapan seleksi masih menyisakan sekitar dua tahap sebelum akhirnya menyaring seluruh kandidat yang terdaftar menjadi tiga calon dirjen WHO.
Berdasarkan informasi di laman resmi WHO yang diperbarui pada 22 Agustus 2026, tercatat ada empat kandidat yang masuk ke dalam bursa pemilihan, di mana masing-masing figur diusulkan oleh satu negara. Keempat nama tersebut adalah Budi Gunadi Sadikin dari Indonesia, Hans Henri P. Kluge dari Belgia, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar.
Studi Ukuran Lingkar Pinggang Lebih Akurat Deteksi Risiko Kesehatan Dibanding BMI

Lembaga kesehatan di bawah naungan PBB ini saat ini masih dipimpin oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus. Mantan menteri luar negeri serta mantan menteri kesehatan Ethiopia tersebut merupakan tokoh pertama dari Benua Afrika yang menduduki jabatan dirjen WHO. Tedros menjabat selama dua periode, yakni periode pertama pada 2017–2022 dan periode kedua untuk rentang 2022–2027.






