Pengukuran lingkar pinggang terbukti efektif mendeteksi penumpukan lemak tubuh berbahaya sekaligus mengidentifikasi risiko gangguan kesehatan secara lebih dini dibandingkan ketergantungan semata pada indeks massa tubuh (BMI). Temuan tersebut dipublikasikan oleh para peneliti Rutgers Health melalui jurnal medis JAMA Network Open.
Riset ini mengevaluasi data 1.900 orang dewasa di Amerika Serikat berusia 20 hingga 59 tahun yang terdaftar dalam National Health and Nutrition Examination Survey. Melalui analisis tersebut, tim peneliti menemukan bahwa metode pengukuran lingkar pinggang鈥攂aik dilakukan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan BMI鈥攎emiliki tingkat efektivitas yang setara dengan metode evaluasi tubuh yang jauh lebih rumit.
Penulis utama studi dari Rutgers Health-RWJBarnabas Health Center for Climate, Health, and Healthcare, Aayush Visaria, menyoroti keterbatasan BMI yang kerap gagal mendeteksi individu dengan kriteria lemak tubuh berlebih atau obesitas. Kelemahan ini terjadi lantaran BMI tidak mampu mencerminkan variasi komposisi tubuh serta tidak menunjukkan letak distribusi penumpukan lemak secara spesifik.
Ramalan Shio Tikus dan Kerbau Selasa, 1 September 2026 Navigasi Energi di Awal Bulan

Evaluasi Metode Pengukuran dan Relevansi Klinis
Penelitian ini membandingkan metode sederhana dengan kerangka kerja baru yang diusulkan panel ahli independen multidisiplin. Kerangka kerja tersebut sebelumnya memadukan empat indikator sekaligus: BMI, lingkar pinggang, rasio pinggang terhadap tinggi badan, serta rasio pinggang terhadap pinggul.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih ringkas, seperti mengukur BMI atau lingkar pinggang saja, justru memberikan keseimbangan lebih optimal antara ketepatan identifikasi obesitas dan pencegahan diagnosis positif palsu. Selain itu, parameter seperti lingkar pinggul jarang dicatat dalam prosedur pemeriksaan klinis harian. Sebaliknya, lingkar pinggang dinilai jauh lebih mudah diukur serta kian banyak dimasukkan ke dalam pedoman medis resmi.
Gerobak Sampah Berjejer di Trotoar Tendean, DLH DKI Jakarta Buka Suara

Mengukur ukuran pinggang berdampingan dengan berat badan dapat menjadi langkah awal untuk mengantisipasi potensi penyakit kronis sejak dini. Deteksi lemak perut yang akurat memberi peluang penanganan lebih cepat guna menekan risiko diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga sejumlah tipe kanker.
Kajian ilmiah Rutgers Health ini disusun bersama tim peneliti lintas departemen di Rutgers University, meliputi Soko Setoguchi, Ethan Halm, Douglas Corsi, Dylon Patel, Keerthana Kesavarapu, dan Jeffrey Carson.






