Tim relawan medis dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mulai menjalankan misi tanggap darurat krisis kesehatan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sejak 27 dan 28 Agustus 2026. Kehadiran tenaga medis dari Aceh ini memperkuat penanganan korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores.
Sebelumnya, fasilitas kesehatan setempat menghadapi keterbatasan ruang akibat kerusakan infrastruktur. Di RSUD Ruteng, sejumlah unit penting seperti poliklinik, ICU, ruang perawatan anak, farmasi, hingga instalasi radiologi masih terpaksa beroperasi di bawah tenda darurat. Tim relawan USK langsung masuk ke tenda-tenda tersebut untuk menyelenggarakan tindakan medis serta pendampingan psikologis dan trauma bagi para pasien, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Sebanyak tujuh personel ditugaskan dalam misi kemanusiaan ini di bawah pimpinan T. Maulana dari Fakultas Kedokteran USK. Tim tersebut diperkuat oleh Dr.dr. T. Nanta Aulia (spesialis bedah ortopedi dan traumatologi), Guru Besar Fakultas Keperawatan Prof. Dr. Ners. Marlina, dosen keperawatan Ns. Abul A鈥檒a Tarigan, dua dokter PPDS Bedah Ortopedi yaitu dr. Ikhsanuddin Basili dan dr. Alfisyahrin Kamil, serta teknisi laboratorium Shahibul Mighvar. Rombongan ini sebelumnya dilepas langsung oleh Rektor USK Prof. Mirza Tabrani dari Banda Aceh.
46 Ton Bantuan Gempa NTT Tersimpan di Gudang Halim

Cakupan tugas tim disebar ke berbagai titik pelayanan, meliputi RSUD Ruteng, Rumah Sakit Lapangan Kementerian Kesehatan di Bandara Frans Sales Lega, Puskesmas Kota Ruteng, serta Puskesmas Reo. Relawan juga terdaftar di Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Manggarai dan ikut mendampingi peresmian RS Lapangan Kemenkes.
Dalam penanganan klinis, tim spesialis ortopedi dan perawat USK menangani sejumlah kasus trauma fisik berat, di antaranya lansia berusia 80 tahun, Victoria Jeria, yang mengalami patah tulang lengan atas (fraktur humerus), serta Fransiskus A. Duhu (13) dengan patah tulang paha ganda. Pasien non-trauma turut ditangani, termasuk bayi berusia enam bulan bernama Uwais yang menderita abses perianal disertai diare akut. Selain tindakan operatif di ruang bedah darurat dan pemantauan pascaoperasi, relawan menyisir permukiman warga di Kecamatan Reok untuk memeriksa kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan makanan siap saji.
Kebakaran Permukiman di Gambir Jakpus Padam Usai Hampir 5 Jam

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, tim mencatat perlunya pasokan brace orthosis TLSO/LSO untuk penanganan pasien cedera tulang belakang, jaminan kesinambungan layanan medis dasar, serta penguatan sistem rujukan darurat. Hingga saat ini, dampak gempa Flores telah merenggut 51 korban jiwa di Kabupaten Manggarai, melumpuhkan kegiatan di 1.221 sekolah di NTT, dan memicu 10.232 kali gempa susulan menurut catatan BMKG.






