Sebanyak 16,4 ton atau sekitar 93 persen dari total 17,6 ton bantuan logistik Bank Indonesia (BI) untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berhasil disalurkan hingga 30 Agustus 2026.
Perkembangan distribusi bantuan kemanusiaan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati dalam agenda pelepasan bantuan di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (31/8/2026). Pengelolaan dan penerimaan seluruh bantuan logistik tersebut dipusatkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT di Halim Perdanakusuma.
Raditya menjelaskan bahwa dari total logistik yang disiapkan BI, tersisa 1.247 kilogram atau sekitar 1,2 ton yang saat ini masih tercatat sebagai stok di gudang Posduklognas Halim untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
Tiba di NTT, Tim Relawan Kesehatan USK Aceh Mulai Berikan Layanan Medis dan Pendampingan Trauma Korban Gempa

Jalur Distribusi dan Wilayah Terdampak
Penyaluran logistik telah berjalan sejak peristiwa gempa bumi mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. Sejumlah daerah yang menjadi sasaran distribusi bantuan mencakup wilayah Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, hingga Maumere.
Guna memastikan logistik tiba sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah, pengiriman dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur transportasi:
Kebakaran Permukiman di Gambir Jakpus Padam Usai Hampir 5 Jam

- Jalur udara dengan dukungan armada TNI Angkatan Udara (AU) dan penerbangan komersial.
- Jalur laut dengan pengerahan armada TNI Angkatan Laut (AL).
- Jalur darat yang mengoptimalkan armada truk pengangkut logistik.
Bantuan dari Bank Indonesia yang dikirimkan ke lokasi bencana meliputi beragam kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari beras, pasokan makanan, dan air mineral, hingga perlengkapan pengungsian seperti kasur, tikar, selimut, serta terpal. Selain itu, disalurkan pula perlengkapan kebersihan, sabun, popok bayi dan dewasa, pembalut, serta hygiene kit untuk mendukung sanitasi para penyintas gempa.






