berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Lingkungan

Pembangunan Kota Mumbai Mengancam Ekosistem Mangrove, Mengapa Hutan Bakau Ini Begitu Penting?

Usat BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.22 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pembangunan Kota Mumbai Mengancam Ekosistem Mangrove, Mengapa Hutan Bakau Ini Begitu Penting?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pembangunan infrastruktur perkotaan acap kali berbenturan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Di Mumbai, yang dikenal luas sebagai pusat keuangan utama di India, rencana pengerjaan jalan pesisir memicu polemik besar karena mengancam kelangsungan hidup hutan bakau setempat. Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu ekologi yang tengah dihadapi kota metropolis ini, berikut adalah serangkaian pertanyaan dan jawaban penting terkait proyek jalan pesisir serta dampaknya terhadap ekosistem mangrove.

Mengapa otoritas Mumbai menginisiasi proyek infrastruktur masif di wilayah pesisir?

Pemerintah daerah setempat saat ini tengah menggalakkan berbagai proyek berskala besar dengan tujuan utama memperbaiki konektivitas antarwilayah sekaligus mengurai masalah kemacetan yang sudah lama menjadi momok di pusat ekonomi India tersebut. Sebagai kawasan urban yang terus mencatatkan pertumbuhan penduduk dan kendaraan, Mumbai membutuhkan jalur transportasi baru yang memadai. Proyek ini diharapkan bisa memperlancar mobilitas warga sehari-hari yang selama ini terhambat oleh padatnya lalu lintas kota.

Seberapa besar ancaman proyek jalan pesisir ini terhadap kelestarian mangrove?

Salah satu agenda utama dalam proyek ini adalah pembuatan jalan pesisir atau coastal road baru dengan panjang mencapai 26 kilometer. Sayangnya, pembukaan akses transportasi ini diperkirakan akan mengorbankan kurang lebih 45.000 pohon bakau yang berada di sepanjang jalur konstruksi. Ancaman ini menambah panjang rekam jejak kerusakan ekologis di wilayah tersebut. Berdasarkan data historis, percepatan urbanisasi yang tidak terkendali telah mengakibatkan hilangnya sekitar 40 persen kawasan hutan mangrove di Mumbai pada kurun waktu antara tahun 1991 hingga 2001.

Baca Juga

Kapal Kebakaran Dahsyat Cuma Dalam Hitungan Detik, 76 Orang Tewas

Kapal Kebakaran Dahsyat Cuma Dalam Hitungan Detik, 76 Orang Tewas

Mengapa pelestarian hutan bakau dianggap sangat vital bagi keselamatan warga Mumbai?

Kondisi geografis kota ini membuatnya sangat rentan terhadap bencana alam. Menurut penjelasan Stalin Dayanand, Direktur kelompok lingkungan Vanashakti, eksistensi Mumbai bermula dari sekumpulan pulau yang disatukan melalui proses reklamasi lahan. Hal ini membuat daratan kota terus bergesekan dengan tekanan air laut. Hutan bakau bertindak sebagai tameng alami yang menahan gempuran gelombang pasang, terutama di tengah ancaman kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim. Selain itu, pesisir yang rendah dipadukan dengan drainase yang kurang memadai membuat curah hujan tinggi pada musim monsun selalu memicu banjir parah yang melumpuhkan rutinitas masyarakat.

Apa pandangan para aktivis lingkungan mengenai metode pembangunan jalan tersebut?

Kalangan pemerhati lingkungan menilai bahwa ada alternatif desain yang lebih ramah alam. Dayanand berpendapat bahwa pengerjaan jalur transportasi seharusnya bisa diakali dengan membuat jalan layang atau terowongan bawah tanah. Walaupun pendekatan tersebut akan menelan anggaran yang lebih besar, langkah itu dinilai jauh lebih efektif untuk menekan tingkat kerusakan ekosistem pesisir. Para kritikus juga menyoroti bahwa hilangnya pohon bakau dewasa tidak bisa langsung digantikan fungsinya oleh bibit baru, yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh maksimal dan mendukung habitat satwa liar serta mata pencaharian nelayan lokal.

Baca Juga

Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat

Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat

Bagaimana langkah hukum dan komitmen pemerintah dalam memulihkan vegetasi yang hilang?

Merespons kekhawatiran publik, ranah yudikatif telah mengambil langkah pengawasan. Pengadilan Tinggi Bombay secara resmi menginstruksikan adanya penanaman pengganti sekitar 174.000 bibit mangrove baru guna menebus kerusakan dari proyek jalan pesisir. Dari pihak legislatif, Ameet Satam selaku Anggota Dewan Legislatif Maharashtra mengonfirmasi bahwa pihak perencana tata kota telah menjanjikan penanaman kembali dalam rasio tiga hingga lima kali lipat lebih banyak dari jumlah pohon yang ditebang. Harapannya, hasil akhir dari kebijakan ini justru akan memperluas area tutupan bakau di masa depan.

Langkah strategis apa yang telah disiapkan untuk menjaga ekosistem pesisir dalam jangka panjang?

Upaya perlindungan ini sejatinya telah dilembagakan oleh Pemerintah Negara Bagian Maharashtra sejak tahun 2012 silam melalui pembentukan unit khusus yang dinamakan Mangrove Cell. Lembaga ini diberi wewenang penuh untuk menjaga, melakukan kegiatan konservasi, dan merehabilitasi kawasan bakau yang telanjur rusak. Tim dari Mangrove Cell juga diwajibkan untuk menjalankan patroli rutin demi mencegah praktik perampasan lahan ilegal. Kendati demikian, para ahli tata kota mengingatkan bahwa pelestarian mangrove saja belum cukup. Kota ini tetap memerlukan pembaruan sistem saluran air secara menyeluruh dan tata ruang yang adaptif terhadap perubahan iklim agar krisis banjir tahunan bisa benar-benar teratasi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturMumbaiIndiaMangroveLingkungan

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Gunung Bromo, Water Bombing Terhenti, Cuaca Jadi KendalaAnak Pembunuh Sekeluarga di Jakut Divonis Penjara Seumur HidupPertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBMTak Kantongi Legalitas Resmi usai Beroperasi Bertahun-tahun, TK di Kota Bandung Resmi DitutupKebakaran Hutan Bromo Merembet ke Malang-Lumajang, Jalur DitutupKebakaran Bromo Meluas hingga Jemplang MalangKAI Respons Jalur KA di Jember Ditutup saat Haul Habib Soleh TanggulGempa Susulan NTT Masih Berlangsung, Pola Penurunan Diperkirakan dalam Sebulan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap