Rangkaian gempa susulan pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, masih terus tercatat hingga Minggu (13/9/2026). Kendati aktivitas seismik belum berhenti sepenuhnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya tren penurunan frekuensi maupun kekuatan lindu.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa grafik peluruhan gempa susulan mulai memperlihatkan pola penurunan bertahap. Aktivitas kegempaan tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar satu bulan setelah gempa utama sebelum mencapai kestabilan.
Hingga Minggu pukul 12.00 Wita, BMKG mencatat total 15.222 gempa susulan. Dari data tersebut, gempa terbesar berkekuatan magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 0,9. Sebanyak 38 gempa tercatat bermagnitudo di atas 5, serta 188 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kebakaran Bromo Meluas hingga Jemplang Malang

Aktivitas Sesar Naik Flores dan Masa Transisi Pemulihan
Pada Minggu pukul 11.14 Wita, gempa susulan bermagnitudo 4,7 kembali terjadi dengan pusat di laut sekitar 48 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman enam kilometer. Getaran gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Nagekeo dan Kabupaten Sikka, serta II MMI di Kabupaten Manggarai. BMKG memastikan gempa dangkal berkedalaman 6 km akibat pergerakan naik pada Flores Back-Arc Thrust ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Secara tektonik, titik gempa utama maupun mayoritas episenter gempa susulan terkonsentrasi di sepanjang jalur Sesar Naik Belakang Busur Flores tersebut.
KAI Respons Jalur KA di Jember Ditutup saat Haul Habib Soleh Tanggul

Menyusul perkembangan seismik yang mulai melandai setelah hampir sebulan berstatus tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama tujuh pemerintah kabupaten di Pulau Flores resmi memasuki fase pemulihan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga telah menutup Operasi SAR Gempa Flores pada Sabtu (12/9) pukul 18.00 WITA.
Meski operasi pencarian berakhir, asesmen infrastruktur tetap berlangsung ketat. Kantor DPRD Manggarai Timur dan sejumlah fasilitas publik telah dinyatakan berada dalam kategori merah atau tidak aman sehingga aktivitas gedung dibatasi. Perkembangan penanganan gempa Flores ini juga telah dilaporkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada Presiden Prabowo, seiring penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi penyintas termasuk dukungan senilai Rp120 juta dari PT Perdana Gapuraprima Tbk melalui BNPB.






