Dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah sebuah insiden serangan drone dilaporkan menghantam salah satu pelabuhan di Mesir pada Rabu. Otoritas Mesir secara resmi menyatakan bahwa serangan tersebut memicu kebakaran yang melanda dua kapal di Pelabuhan Damietta. Peristiwa ini terjadi di tengah proses bongkar muat kargo yang sedang berlangsung di sebuah terminal gas alam cair (LNG). Meskipun insiden tersebut menimbulkan kerusakan material akibat kobaran api, otoritas setempat memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun meninggal dunia yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab secara langsung atas insiden serangan drone di Pelabuhan Damietta. Berdasarkan indikasi dari perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, sasaran utama dari serangan ini diduga kuat adalah sebuah fasilitas penyimpanan LNG terapung berbendera Kepulauan Marshall yang merupakan milik Amerika Serikat. Sejalan dengan laporan tersebut, beberapa sumber di industri maritim mengidentifikasi kapal yang menjadi target sebagai Energos Winter, di mana dugaan serangan drone itu menyebabkan kebakaran yang kemudian merambat ke kapal kedua di sekitarnya. Jika dikonfirmasi sebagai sebuah serangan yang disengaja, peristiwa ini menandai pertama kalinya Mesir terseret secara langsung ke dalam konflik regional yang kian memanas.








