berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Infrastruktur

Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jembatan Melingkar Rp 300 Miliar Penghubung Lima Moda Transportasi

Bambang SetiawanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 06.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jembatan Melingkar Rp 300 Miliar Penghubung Lima Moda Transportasi
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan segera memulai proyek pembangunan infrastruktur baru berupa jembatan pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Proyek infrastruktur yang diberi nama Pedestrian Deck Dukuh Atas ini dirancang dengan struktur berbentuk bundar, sehingga secara luas mulai dikenal oleh publik sebagai jembatan donat. Untuk merealisasikan pembangunan jembatan melingkar ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) akan menggelontorkan investasi yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 miliar. Informasi mengenai besaran nilai investasi ini disampaikan secara langsung oleh perwakilan perusahaan pada hari Kamis, tanggal 30 Juli 2026, di lokasi Transport Hub Dukuh Atas.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan tata letak wilayah di pusat kota. Saat ini, kawasan Dukuh Atas secara fisik terbagi menjadi empat kuadran yang terpisah akibat adanya perpotongan dua infrastruktur utama, yakni aliran Sungai Ciliwung dan ruas Jalan Sudirman. Kondisi tersebut membuat integrasi fasilitas publik membutuhkan infrastruktur penghubung yang memadai. Kehadiran jembatan penyeberangan pejalan kaki ini nantinya akan menyambungkan lima titik stasiun transportasi secara terintegrasi. Kelima fasilitas transportasi yang akan saling terhubung mencakup Stasiun KRL Sudirman, stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL BNI City, stasiun LRT Jabodebek, hingga stasiun LRT Jakarta.

Baca Juga

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans Kalimantan

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans Kalimantan

Dalam mempersiapkan proyek berskala besar ini, PT MRT Jakarta sebelumnya telah melakukan kajian pra uji kelayakan atau feasibility study secara mendalam. Pelaksanaan kajian ini melibatkan kerja sama dengan pihak pemerintah Jepang yang diwakili oleh Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) bersama dengan Urban Renaissance. Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, memaparkan bahwa pihak perusahaan kini telah menyelesaikan tahap desain dasar atau basic design untuk jembatan tersebut. Setelah desain dasar rampung, proses selanjutnya yang sedang berjalan adalah tender kontraktor. Jika tahapan tender berjalan lancar, pekerjaan konstruksi Pedestrian Deck Dukuh Atas ditargetkan sudah bisa dimulai oleh kontraktor terpilih pada bulan November 2026. Proyek pembangunan infrastruktur ini kemudian diharapkan dapat selesai dan beroperasi penuh pada akhir tahun 2028. Adapun proses pencanangan pembangunannya sendiri telah diresmikan oleh Pramono Anung pada tanggal 21 Juni 2026.

Dari aspek pembiayaan proyek, TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, memberikan penjelasan bahwa nilai investasi yang dibutuhkan sama sekali tidak berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pendanaan untuk pembangunan jembatan ini akan didukung sepenuhnya oleh PT MRT Jakarta, tanpa melibatkan skema penanaman modal swasta atau private placement. Untuk menutupi sebagian kebutuhan anggaran, pihak perusahaan sedang merencanakan penggunaan fasilitas pinjaman atau loan. Terkait status kepemilikan, Agus Trihan menambahkan bahwa penggunaan dana internal MRT akan memperjelas urusan aset di masa depan. Nantinya, aset bangunan fisik yang berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah tersebut akan menjadi hak milik dari perusahaan bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Baca Juga

Polemik Dugaan Ucapan Wartawan Sirkus oleh Deddy Sitorus di Kompleks Parlemen

Polemik Dugaan Ucapan Wartawan Sirkus oleh Deddy Sitorus di Kompleks Parlemen

Untuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari infrastruktur baru ini, PT MRT Jakarta juga membuka kemungkinan adanya kerja sama komersial. Kerja sama yang ditawarkan kepada pihak luar meliputi hak penamaan atau naming rights untuk Pedestrian Deck Dukuh Atas. Sagita Devi menyatakan bahwa jembatan melingkar ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon baru di wilayah Jakarta. Lebih lanjut, ia juga menyoroti kompleksitas proses pembangunan jembatan yang harus dirancang melayang untuk melintasi berbagai rintangan sekaligus, mulai dari bentangan sungai, jalan raya, hingga struktur jalan layang atau flyover. Tingkat kesulitan teknis yang berbeda dengan infrastruktur serupa di luar negeri ini menjadikan proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai salah satu sarana pembelajaran penting di bidang arsitektur dan teknik sipil.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturMRT JakartaJembatan DonatTransportasi JakartaPedestrian Deck Dukuh Atas

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy SitorusKecelakaan Tunggal di Pluit, Mobil Tabrak Tiang Listrik hingga Roboh di Jalan PenjaringanAlasan Aturan Gaji Kepala Daerah di Indonesia Segera DirevisiBertahan Hidup di Tengah Krisis Air dan Listrik Pasca-Gempa JepangPesan Sinergi Ekonomi Presiden Prabowo dan Transisi Kepemimpinan Bank IndonesiaPengumuman Hasil Seleksi CAT PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat Kemensos 2026Mengenal Profil dan Kiprah Kanyarat Khunmuang di SEA V Cup 2026Jadwal dan Jam Tayang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy Sitorus

Nasional

Cara Memahami Prosedur Pelaporan Anggota DPR ke MKD dari Kasus KWP dan Deddy Sitorus

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap