Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau yang disingkat dengan SPPI merupakan sebuah inisiatif penting yang melibatkan peran Kementerian Pertahanan. Program ini berfokus pada penyiapan sumber daya manusia terdidik untuk menjadi penggerak roda perekonomian di tingkat masyarakat. Secara khusus, para sarjana peserta program ini dipersiapkan untuk menjadi calon manajer koperasi desa atau kelurahan, serta calon manajer kampung nelayan merah putih. Rangkaian program pendidikan dan latihan bagi para sarjana penggerak ini resmi ditutup oleh Kementerian Pertahanan pada Jumat, 31 Juli 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya masa pembekalan intensif sebelum para peserta terjun langsung untuk mengabdi di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi peserta SPPI ini memakan waktu lebih dari satu bulan kalender. Rangkaian pendidikan tersebut secara resmi dimulai pada 17 Juni 2026 dan berlangsung selama total 45 hari secara berkesinambungan. Selama kurun waktu tersebut, para peserta mengikuti serangkaian agenda padat yang telah disusun secara sistematis oleh pihak penyelenggara. Pendidikan ini dibagi menjadi dua porsi atau tahapan utama, yang terdiri atas 30 hari pelatihan khusus mengenai bela negara dan dilanjutkan dengan 15 hari pelatihan di bidang manajerial. Kombinasi kedua jenis pelatihan ini diberikan sebagai bekal dasar bagi para calon manajer sebelum menjalankan tugas di lapangan.








