berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Seni & Budaya

Panduan Menelusuri Perjalanan Hidup dan Warisan Seni Maestro Nasirun

Marthen TandirerungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 11.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Menelusuri Perjalanan Hidup dan Warisan Seni Maestro Nasirun
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bagi para pecinta seni rupa yang ingin mendalami jejak langkah tokoh-tokoh penting di Indonesia, mempelajari kehidupan maestro Nasirun merupakan sebuah langkah yang sangat direkomendasikan. Panduan ini disusun untuk membantu publik menelusuri perjalanan hidup, karya, hingga filosofi sang maestro. Langkah pertama untuk memahami warisan Nasirun adalah dengan mengetahui informasi seputar kepergiannya yang meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni. Nasirun, seorang maestro seni rupa kebanggaan Indonesia, meninggal dunia pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, pada sekitar pukul 05.58 WIB. Sang seniman mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
saat ia menginjak usia 60 tahun. Kabar duka mengenai berpulangnya sosok penting ini dibenarkan secara langsung oleh salah seorang tetangganya yang bernama Bimo Aditya. Diketahui bahwa Bimo Aditya merupakan warga yang tinggal di kawasan Perum Bayeman Permai, Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten
Bantul
.

Langkah kedua dalam panduan ini adalah menelusuri asal-usul serta rekam jejak pameran sang seniman di kancah nasional maupun internasional. Nasirun merupakan seorang seniman berbakat yang lahir di Cilacap, Jawa Tengah. Untuk mengapresiasi dedikasinya secara penuh, para penikmat seni dapat mengamati bagaimana karya-karyanya mampu menembus batas negara. Sepanjang perjalanan kariernya di dunia seni rupa, Nasirun tercatat aktif mengikuti berbagai pameran seni yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Kiprah internasionalnya terbukti melalui keikutsertaannya dalam berbagai pameran seni di negara-negara besar seperti Singapura, Jepang, dan Prancis. Keterlibatannya dalam pameran-pameran tersebut membuktikan bahwa karya seni dari seniman kelahiran Cilacap ini memiliki daya tarik dan kualitas yang diakui secara luas.

Baca Juga

Cara Warga Kalidadap Bantul Mengalirkan Air Alami Menggunakan Selang dan Gravitasi

Cara Warga Kalidadap Bantul Mengalirkan Air Alami Menggunakan Selang dan Gravitasi

Langkah ketiga yang patut dilakukan oleh para pengkaji seni adalah mengeksplorasi kuantitas karya serta cara sang maestro mendekatkan seninya kepada masyarakat umum. Nasirun dikenal sebagai sosok yang sangat produktif dalam berkarya. Berdasarkan catatan perjalanan keseniannya, ia berhasil mengoleksi sekaligus menghasilkan total sebanyak 1.448 karya seni. Cara terbaik untuk benar-benar menyelami pemikiran Nasirun adalah dengan melihat langsung hasil karyanya. Selama hidupnya, Nasirun memajang karya-karya seni tersebut di rumah pribadinya. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang apresiasi di mana karya-karyanya dapat dinikmati oleh para pengunjung secara gratis. Keterbukaan ini memberikan kesempatan berharga bagi siapa saja yang ingin belajar dan merasakan langsung energi dari setiap goresan tangan sang maestro tanpa memikirkan biaya masuk.

Langkah keempat adalah mempelajari sejarah unik di balik julukan ikonik yang selalu melekat pada nama Nasirun di kalangan pecinta seni rupa. Publik dapat menengok kembali sebuah peristiwa penting yang terjadi pada tahun 1997. Pada tahun tersebut, sebuah pameran seni digelar di tempat almarhum Shandi Sulaiman. Dalam pameran bersejarah ini, karya-karya seni buatan Nasirun mencetak prestasi luar biasa karena habis terjual dalam waktu yang sangat singkat, yakni hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Fenomena karya seni yang ludes terjual dengan sangat cepat inilah yang kemudian membuat Nasirun mendapatkan julukan Seniman Gorengan. Memahami konteks julukan ini sangat penting bagi para pengamat seni untuk mengetahui seberapa besar antusiasme para kolektor terhadap karya-karyanya di masa lampau.

Baca Juga

Panduan Menghadapi Krisis Air di Bantul Saat Kemarau Panjang

Panduan Menghadapi Krisis Air di Bantul Saat Kemarau Panjang

Langkah kelima sekaligus langkah penutup dalam panduan ini adalah mengambil pelajaran dari gaya hidup dan prinsip berkesenian yang dipegang teguh oleh Nasirun. Meskipun ia telah mencapai puncak kesuksesan dengan memiliki aset yang bernilai hingga miliaran rupiah serta berbagai kendaraan mewah, sang maestro tetap menunjukkan kesederhanaan yang luar biasa. Publik dapat meneladani fakta bahwa Nasirun sama sekali tidak memiliki telepon seluler dan bahkan tidak bisa mengemudi. Kesederhanaan ini sejalan dengan filosofi berkeseniannya yang murni dan jauh dari sifat materialistis. Dalam sebuah kesempatan, Nasirun pernah menegaskan prinsipnya melalui sebuah kutipan langsung yang berbunyi, "Saya dari berkesenian tak pernah ambisi untuk menjadi populer, ambisi menjadi kaya raya, apalagi ambisi untuk mengalahkan orang lain." Kutipan ini menjadi warisan pemikiran yang sangat berharga bagi generasi seniman berikutnya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

YogyakartaBantulNasirunSeni RupaSeniman Gorengan

Berita Terbaru Lainnya

Memadukan Makanan dan Minuman untuk Mengangkat Cita Rasa Kuliner HarianApresiasi John Herdman Atas Debut Tim Geypens Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026Penyelidikan Kematian Pengunjung Wahana Rumah Hantu di TulungagungCara Warga Kalidadap Bantul Mengalirkan Air Alami Menggunakan Selang dan GravitasiPanduan Menghadapi Krisis Air di Bantul Saat Kemarau PanjangKejaksaan Agung Geledah Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kebayoran BaruCara Memahami Peran BPUPKI dan Tokoh Kuncinya Menjelang Kemerdekaan RIKebijakan Water Farming, Kewajiban Rehabilitasi bagi Pengguna Air Tanah

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap