Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri pembiayaan atau multifinance untuk memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Salah satu langkah strategis yang didorong oleh regulator adalah peningkatan porsi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif agar mampu mencapai kisaran 46% hingga 48% pada tahun 2027 mendatang.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan peran perusahaan multifinance dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi melalui dukungan pendanaan pada berbagai aktivitas usaha produktif di tanah air.
Tren Pembiayaan Produktif Industri Multifinance
Peluang pencapaian target yang ditetapkan OJK tersebut dinilai terbuka lebar seiring dengan dinamika positif dalam komposisi penyaluran kredit multifinance saat ini. Direktur Bisnis KB Bukopin Finance Fajar Satritama mengungkapkan bahwa pembiayaan produktif di sektor multifinance terus mengalami perkembangan yang signifikan.
OJK Tetapkan Ketentuan Porsi Pemegang Saham BEI Maksimal 5%

Menurut Fajar, porsi pembiayaan sektor produktif di industri multifinance saat ini sudah menyentuh 44%. Seiring dengan naiknya porsi produktif tersebut, kontribusi dari pembiayaan di sektor konsumtif tercatat terus mengalami penurunan.
Di tingkat perusahaan, KB Bukopin Finance telah mempersiapkan langkah selaras dengan arahan OJK. Sektor produktif telah menjadi fokus utama penyaluran pembiayaan perseroan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dengan landasan strategi tersebut, perseroan optimis target pembiayaan produktif yang dipatok oleh OJK dapat tercapai sesuai jadwal.
Tantangan Bisnis Es Krim di Tengah Kenaikan Biaya Impor dan Beban Logistik

Sektor-Sektor Potensial untuk Pertumbuhan
Dalam dialog bersama Shania Alatas di program Power Lunch CNBC pada Kamis (03/09/2026), Fajar Satritama turut memaparkan berbagai lini usaha yang memiliki potensi pembiayaan tinggi ke depan. Sejumlah sektor produktif dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang sangat menjanjikan bagi industri pembiayaan.
Sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek cerah tersebut meliputi bidang logistik, e-commerce, pengadaan alat-alat industri, serta industri manufaktur. Selain itu, peluang ekspansi pembiayaan juga terbuka pada sektor agrikultur, industri kesehatan atau healthcare, hingga penyediaan fasilitas modal kerja bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan pembiayaan ke sektor-sektor ini diharapkan mampu menopang target pembiayaan produktif multifinance menuju tahun 2027.






