Presiden Prabowo Subianto membuka peluang kerja sama energi yang lebih luas dengan Rusia guna mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Tawaran kemitraan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9), di mana ia hadir sebagai Tamu Kehormatan Utama.
Kerja sama energi yang disodorkan pemerintah Indonesia mencakup penguatan sektor hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kegiatan eksplorasi, produksi, hingga pengolahan minyak dan gas bumi. Selain migas konvensional, agenda kemitraan ini juga memprioritaskan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia secara aktif mencari investasi sekaligus alih pengetahuan dari Rusia di sektor energi terbarukan, pengelolaan jaringan listrik pintar (smart grid), serta pengembangan tenaga nuklir untuk tujuan damai. Opsi pengembangan nuklir tersebut mencakup penggunaan teknologi reaktor modular maupun skala penuh yang wajib memenuhi standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional.
Dirut Bulog dan Menko Pangan Jamin Bantuan Beras Capai Indonesia Timur

Perluasan Kerja Sama ke Pangan dan Hilirisasi
Di luar isu energi, Prabowo memetakan peluang kerja sama yang kuat dengan Rusia untuk menopang ketahanan pangan Indonesia. Sektor pangan yang dijajaki meliputi penerapan teknologi pertanian modern, penyediaan benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan hasil pangan, hingga kerja sama dalam produksi pupuk bersama.
Indonesia juga menyambut kemitraan strategis dalam pengolahan hilir untuk pembuatan produk dan barang kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sektor hilirisasi yang ditawarkan mencakup industri makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, farmasi, hingga barang-barang elektronik konsumen.
Rupiah Perkasa ke Rp17.679 per Dolar AS pada Kamis Sore

Selain sektor energi, pangan, dan hilirisasi produk konsumen, peluang kolaborasi bilateral antara Indonesia dan Rusia berpotensi diperluas ke berbagai ranah strategis lain. Ruang kemitraan tersebut mencakup pengembangan sektor antariksa, penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, serta modernisasi sektor transportasi.






