berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per Dolar AS pada Akhir Pekan

Bambang SetiawanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 19.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per Dolar AS pada Akhir Pekan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengakhiri perdagangan menjelang akhir pekan dengan catatan yang positif. Pada penutupan perdagangan hari Jumat (31/7) sore, mata uang Garuda tersebut secara resmi ditutup pada posisi Rp18.022 per dolar AS. Posisi penutupan ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah mengalami penguatan yang cukup meyakinkan, yakni sebesar 89 poin. Angka tersebut setara dengan kenaikan sebesar 0,49 persen apabila dikomparasikan dengan posisi pada saat penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Kinerja positif yang ditunjukkan oleh nilai tukar rupiah ini tidak terlepas dari dinamika yang terjadi pada mata uang Amerika Serikat di pasar global. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya mengenai pergerakan ini. Ia memaparkan bahwa apresiasi yang dialami oleh mata uang rupiah, beserta dengan mayoritas mata uang di kawasan regional lainnya, berjalan beriringan dengan pelemahan yang sedang melanda dolar AS. Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam tersebut terjadi sebagai respons langsung dari para pelaku pasar setelah adanya rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru. Data ekonomi tersebut ternyata menunjukkan hasil yang lebih lemah dan mengecewakan dibandingkan dengan apa yang telah diperkirakan sebelumnya oleh pasar.

Lebih lanjut mengenai sentimen yang menggerakkan pasar, Lukman Leong menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal secara umum masih menjadi kendali utama yang memengaruhi arah pergerakan nilai tukar saat ini. Di antara berbagai sentimen luar negeri tersebut, terdapat dua isu utama yang terus menjadi sorotan dan memengaruhi keputusan investor global. Isu pertama adalah mengenai prospek kebijakan suku bunga acuan yang akan diambil oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, di masa mendatang. Sementara itu, isu krusial kedua yang tidak kalah pentingnya adalah perkembangan situasi geopolitik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah, yang terus memberikan dampak pada sentimen risiko di pasar keuangan.

Baca Juga

Penyesuaian Harga BBM SPBU Swasta dan Pertamina di Jabodetabek per Agustus 2026

Penyesuaian Harga BBM SPBU Swasta dan Pertamina di Jabodetabek per Agustus 2026

Kendati nilai tukar rupiah berhasil memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS untuk mencatatkan penguatan pada sore hari ini, masih terdapat sejumlah hal yang menjadi penahan laju apresiasi tersebut. Dari sisi internal atau domestik, ruang penguatan bagi mata uang rupiah dinilai masih cukup terbatas. Hal ini disebabkan oleh adanya sentimen kehati-hatian dari para pelaku pasar terkait kondisi di dalam negeri. Investor saat ini dilaporkan masih menaruh kekhawatiran dan memantau dengan saksama mengenai sosok yang nantinya akan menduduki jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia ke depannya. Ketidakpastian mengenai kepemimpinan di bank sentral ini membuat para pemodal menahan diri untuk melakukan akumulasi yang lebih agresif terhadap aset-aset berdenominasi rupiah.

Sementara itu, jika melihat pergerakan mata uang di tingkat regional Asia, tren yang terjadi tampak cukup bervariasi dalam merespons pelemahan dolar AS. Beberapa mata uang tetangga terpantau berhasil mengikuti jejak rupiah untuk melangkah ke zona hijau. Penguatan paling signifikan di kawasan ini dipimpin oleh peso Filipina yang sukses terapresiasi sebesar 0,50 persen. Langkah positif tersebut turut diikuti oleh yuan China yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,06 persen, serta ringgit Malaysia yang juga menguat dengan besaran yang sama, yakni 0,06 persen. Selain itu, dolar Hong Kong juga terpantau berada di jalur positif meskipun hanya mampu mencatatkan penguatan yang sangat tipis sebesar 0,03 persen.

Baca Juga

Kenaikan Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Dongkrak Kinerja Nusantara Infrastructure

Kenaikan Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Dongkrak Kinerja Nusantara Infrastructure

Di sisi lain, tidak seluruh mata uang utama di benua Asia mampu memanfaatkan situasi untuk menekan dolar AS. Sejumlah mata uang justru harus rela terperosok ke zona merah pada akhir perdagangan pekan ini. Won Korea Selatan tercatat sebagai mata uang yang mengalami tekanan paling berat di Asia setelah ditutup melemah sebesar 0,54 persen. Kondisi serupa juga dialami oleh yen Jepang yang harus terkoreksi cukup dalam, yakni sebesar 0,53 persen. Melengkapi deretan pelemahan di kawasan Asia, nilai tukar dolar Singapura juga terpantau bergerak turun sebesar 0,05 persen pada penutupan perdagangan Jumat sore ini.

Beralih pada pergerakan mata uang negara-negara maju di kancah global, dinamika yang ditunjukkan terhadap dolar AS juga sangat beragam. Dolar Australia menjadi salah satu dari sedikit mata uang utama dunia yang berhasil mencatatkan rapor hijau dengan penguatan sebesar 0,06 persen. Sebaliknya, franc Swiss memimpin pelemahan di kelompok ini setelah terkoreksi sebesar 0,31 persen. Tekanan juga dialami oleh mata uang utama di benua biru, di mana euro Eropa dan poundsterling Inggris kompak mencatatkan pelemahan yang identik, yaitu masing-masing turun sebesar 0,12 persen. Sementara itu, dolar Kanada melengkapi tren negatif mata uang global dengan mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,05 persen.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahDolar ASBank IndonesiaNilai TukarPasar Uang

Berita Terbaru Lainnya

Persiapan Menggunakan Diskon Penyeberangan Feri ASDP Saat Libur SekolahPenyesuaian Harga BBM SPBU Swasta dan Pertamina di Jabodetabek per Agustus 2026Kenaikan Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Dongkrak Kinerja Nusantara InfrastructureCara Menyikapi Pemulihan IHSG ke Level 6.000 di Tengah Aksi Jual AsingKinerja Keuangan Kementerian Sekretariat Negara dan Kontribusi Kawasan GBK Serta Kemayoran Tahun 2025Penyebab dan Dampak Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih di IndonesiaPenyebab Pengembang Kesulitan Membangun Perumahan di Lahan yang Sudah DibeliPanduan Menggunakan Layanan Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif Baru

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap