berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Nasional

Menyikapi Fenomena Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Berdasarkan Fakta

Ance RundenganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 01.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menyikapi Fenomena Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Berdasarkan Fakta
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Belakangan ini, publik dikejutkan oleh pemandangan baru di beberapa pusat perbelanjaan. Sejumlah mal menjadi sorotan masyarakat karena melakukan pemasangan pagar tinggi di area depan dalam waktu yang serempak. Terbaru, mal di Kota Kasablanka diketahui telah dipasangi pagar tinggi di area depannya. Fenomena ini tak pelak memicu berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai alasan di balik langkah tersebut. Agar tidak terjebak dalam kepanikan akibat informasi yang simpang siur, berikut adalah langkah-langkah untuk menyikapi isu pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal berdasarkan fakta yang ada.

Langkah pertama adalah memahami bahwa keputusan pemasangan fasilitas fisik tersebut merupakan hak dari masing-masing pengelola pusat perbelanjaan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Ia menegaskan bahwa memasang pagar di pusat perbelanjaan merupakan hak masing-masing dari tiap pengusaha. Shinta juga menekankan bahwa praktik ini tidak dilakukan oleh semua mal yang ia ketahui. Meskipun ia mengaku belum berbicara langsung dengan para pemilik mal yang membangun pagar tinggi tersebut, ia menyebutkan bahwa langkah tersebut mungkin sekadar didasari oleh alasan keamanan. Memahami konteks hak pengusaha ini sangat penting agar publik tidak langsung menyimpulkan adanya kondisi darurat secara merata.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah kedua adalah merujuk pada pernyataan resmi dari pihak pemerintah untuk mendapatkan gambaran situasi yang sebenarnya. Menteri Perdagangan Budi Santoso telah memberikan penjelasan terkait hal ini saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Budi Santoso menyatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan dengan pihak Apindo dan APPBI, diindikasikan bahwa tidak ada masalah keamanan. Walaupun Menteri Perdagangan sendiri menyatakan belum mengetahui alasan pasti mengapa beberapa pengusaha melakukan pembangunan pagar tinggi di area depan pusat perbelanjaannya, kepastian tidak adanya isu keamanan dari otoritas terkait patut menjadi pegangan utama bagi masyarakat luas.

Baca Juga

Proses Penerbitan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Kabupaten Bantul

Proses Penerbitan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Kabupaten Bantul

Langkah ketiga yang tidak kalah krusial adalah melakukan pengecekan fakta secara mandiri serta menghindari penyebaran berita yang belum jelas kebenarannya. Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, turut angkat bicara mengenai kehebohan ini. Ia meminta semua pihak untuk selalu melakukan pengecekan fakta atas peristiwa yang terjadi di lapangan. Hasan Nasbi juga secara tegas meminta agar semua pihak tidak memperbesar berita yang tidak baik. Menurutnya, berita-berita yang menebar ketakutan di tengah masyarakat sebaiknya segera diklarifikasi. Dengan menerapkan langkah ini, masyarakat dapat berperan aktif dalam meredam kepanikan dan menjaga ketenangan bersama di ruang publik.

Langkah keempat adalah melihat perspektif dari pelaku industri ritel lainnya guna mendapatkan pemahaman yang lebih seimbang mengenai kondisi bisnis saat ini. Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady, menjelaskan bahwa kondisi industri ritel pada saat ini sebenarnya masih dalam tahap ekspansif. Ia mengonfirmasi secara langsung bahwa mal milik Lippo Group tidak akan ikut melakukan pemasangan pagar yang tinggi. Lebih lanjut, James Riady menyatakan bahwa selama 10 tahun terakhir, pagar-pagar yang sebelumnya ada di mal-mal Lippo justru telah dibongkar dan diturunkan. Fakta ini menunjukkan bahwa tidak semua pelaku usaha ritel mengambil langkah pengamanan fisik yang serupa.

Baca Juga

Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional

Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional

Langkah kelima adalah menyadari bahwa sikap kehati-hatian dalam dunia usaha merupakan hal yang wajar di tengah dinamika zaman. Meskipun Lippo Group memilih untuk tidak memasang pagar, James Riady mencatat bahwa kehati-hatian dari para pengusaha lain adalah sesuatu yang bisa dimengerti. Ia menyebutkan bahwa memang pada zaman ini akan ada lebih banyak gejolak yang mungkin dihadapi oleh dunia usaha. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyikapi pemasangan pagar tinggi di Kota Kasablanka dan mal lainnya secara rasional. Berbekal informasi dari pemerintah dan para tokoh asosiasi, publik dapat terus beraktivitas seperti biasa tanpa perlu merasa terancam.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ApindoPusat PerbelanjaanBudi SantosoJames RiadyKota Kasablanka

Berita Terbaru Lainnya

Pengolahan Sampah Menjadi Energi Bersih dan Ekosistem Hidrogen di Jawa BaratAlasan Laporan Keuangan Perdana BPI Danantara Indonesia Belum DiterbitkanMengenali Perbedaan Beras Premium dan Medium Berdasarkan Standar PemerintahPenerapan PSAK 117, Mengapa Premi Bukan Lagi Acuan Utama Kinerja AsuransiPrabowo Subianto Ingatkan Bahaya Devide et Impera yang Masih NyataMempersiapkan Anak Mengikuti Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi LampungProses Penerbitan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Kabupaten BantulTradisi Sebar Apem Yaqowiyu di Jatinom Klaten, Makna, Tokoh, dan Rangkaian Acara

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap