berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Keamanan

Menyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Fitri KaraengDiterbitkan 1 Agu 2026 - 00.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Peristiwa ketegangan yang melibatkan ribuan massa dari kelompok pesilat PSHT di Surabaya pada Jumat (31/7) petang telah berakhir. Massa yang sebelumnya sempat memaksa merangsek masuk ke arah kantor debt collector di Jalan Teuku Umar akhirnya membubarkan diri. Situasi di lokasi dilaporkan kembali kondusif setelah sempat terjadi ketegangan dengan aparat gabungan TNI dan Polri yang melakukan pengamanan. Bagi warga Surabaya, mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam menyikapi kondisi keamanan pasca-aksi sangat penting untuk menjaga ketertiban lingkungan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah pertama bagi masyarakat adalah memahami akar permasalahan yang memicu aksi massa tersebut agar terhindar dari asumsi yang keliru. Berdasarkan informasi resmi, aksi ini dipicu oleh peristiwa pembacokan terhadap salah seorang anggota PSHT oleh oknum debt collector. Kehadiran ribuan pesilat di lokasi pada dasarnya bertujuan untuk menuntut kejelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan terhadap pelaku pembacokan tersebut. Dengan memahami latar belakang tuntutan ini, warga dapat lebih tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang simpang siur di tengah masyarakat.

Langkah kedua adalah memantau perkembangan penegakan hukum melalui pernyataan resmi dari kepolisian. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan telah menegaskan bahwa proses hukum terhadap oknum debt collector yang menjadi pemicu aksi terus berjalan. Beliau memastikan tidak ada perlakuan yang berbeda terhadap korban maupun dalam proses penegakan hukum secara keseluruhan. Polrestabes Surabaya berkomitmen penuh untuk melakukan penegakan hukum secara profesional, sehingga masyarakat disarankan untuk terus mengikuti pembaruan informasi dari saluran resmi kepolisian.

Baca Juga

Profil Lima Penerima Hoegeng Awards 2026 dan Proses Seleksinya

Profil Lima Penerima Hoegeng Awards 2026 dan Proses Seleksinya

Langkah ketiga adalah berpartisipasi dalam menjaga keamanan dengan cara memberikan informasi yang valid kepada pihak berwenang. Saat ini, kepolisian menyatakan bahwa satu pelaku pembacokan masih dalam pengejaran petugas dan berstatus buron. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus ini. Kapolrestabes Surabaya secara khusus meminta bantuan informasi dari warga masyarakat. Apabila ada warga yang mengetahui keberadaan pelaku yang melarikan diri, sangat dianjurkan untuk segera menginformasikannya kepada petugas agar proses penegakan hukum dapat diselesaikan secepatnya.

Langkah keempat berkaitan dengan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Meskipun Kapolrestabes Surabaya menyatakan bahwa proses pengamanan aksi berjalan lancar hingga massa membubarkan diri, masyarakat tetap perlu berhati-hati. Sejumlah aparat kepolisian dan kendaraan lapis baja dilaporkan masih disiagakan di sekitar lokasi Jalan Teuku Umar. Sebelumnya, ratusan aparat TNI dan Polri juga memblokade rombongan pesilat dan menutup akses di persimpangan Jalan RA Kartini, yang jaraknya berkisar 200 hingga 300 meter dari titik tujuan massa. Mengetahui titik-titik pengamanan ini dapat membantu warga dalam merencanakan rute perjalanan yang aman.

Baca Juga

KPK Jelaskan Alasan Belum Panggil Raja Juli Antoni dalam Kasus Korupsi Bupati Kuansing

KPK Jelaskan Alasan Belum Panggil Raja Juli Antoni dalam Kasus Korupsi Bupati Kuansing

Langkah kelima adalah melakukan verifikasi terhadap setiap kabar yang beredar untuk mencegah kepanikan. Terdapat beberapa kabar yang sempat beredar selama aksi berlangsung, namun telah diklarifikasi oleh pihak kepolisian. Terkait informasi adanya aparat TNI yang terluka, hal tersebut dibantah secara tegas dan dipastikan hanya sebagai insiden terjatuh biasa. Selain itu, percekcokan yang sempat terjadi di lokasi kejadian dipastikan hanya berupa miskomunikasi antarmassa aksi dan sama sekali tidak menimbulkan korban luka. Dengan berpegang pada fakta-fakta ini, masyarakat dapat membantu menciptakan suasana yang kondusif di Surabaya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PolriSurabayaTNIPSHTPolrestabes SurabayaKeamanan Publik

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Melaporkan Kasus Pengeroyokan ke Pihak Berwajib bagi Korban dan KeluargaProfil Lima Penerima Hoegeng Awards 2026 dan Proses SeleksinyaMemperoleh KPR Aman dengan Proteksi Asuransi Jiwa Kredit di Danantara Housing Expo 2026Potensi dan Peta Jalan Pengembangan Industri Game di IndonesiaKPK Jelaskan Alasan Belum Panggil Raja Juli Antoni dalam Kasus Korupsi Bupati KuansingLangkah Integrasi Data SPBE untuk Mewujudkan Penyaluran Bansos Tepat SasaranStrategi dan Langkah Konsolidasi Penguatan Kompetensi Pranata Humas KemendagriMenganalisis Kinerja Keuangan Bank Menggunakan Laporan SMBC Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap