Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan menerima banyak laporan terkait rumah sakit berpredikat paripurna yang mengalami kendala finansial hingga gagal membayar gaji dokter dan tenaga kesehatan. Keterangan tersebut disampaikan Budi saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin (19/6).
Budi menyoroti bahwa persoalan kesejahteraan tenaga medis justru muncul di fasilitas kesehatan dengan akreditasi terbaik. Laporan yang masuk mencakup penundaan pembagian jasa pelayanan (jaspel) hingga hak gaji dokter yang tidak dibayarkan oleh pihak manajemen rumah sakit.
Predikat paripurna merupakan status akreditasi tertinggi yang diberikan badan pemerintah terhadap fasilitas kesehatan yang dinilai telah memenuhi seluruh standar mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kelengkapan sarana dan prasarana secara menyeluruh. Namun, Budi menilai pencapaian status tersebut saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi operasional rumah sakit yang sesungguhnya di lapangan.
WN Malaysia Minta Bareskrim Periksa Kombes F di Kasus Investasi Emas

Faktor utama di balik ketimpangan ini adalah tidak adanya indikator kesejahteraan sumber daya manusia (SDM) dalam sistem penilaian akreditasi sebelumnya. Penilaian selama ini dinilai hanya menitikberatkan pada pemenuhan fasilitas dan kelayakan prosedur layanan semata tanpa memantau tata kelola internal terhadap para pekerjanya.
Menanggapi temuan tersebut, Kementerian Kesehatan berencana merombak skema penilaian akreditasi rumah sakit ke depan. Evaluasi baru ini akan mengintegrasikan tingkat kepuasan pasien serta kepuasan SDM kesehatan ke dalam indikator utama. Perlakuan manajemen terhadap pengalaman kerja dokter maupun perawat akan langsung dihubungkan dengan kelayakan akreditasi fasilitas terkait.
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

Selain memasukkan indikator SDM, Kemenkes juga berencana mengadopsi sistem penilaian kepuasan pasien berbasis emotikon sederhana seperti yang diterapkan di Bandara Changi Singapura. Hasil penilaian langsung dari masyarakat tersebut nantinya akan dijadikan salah satu dasar pertimbangan dalam penetapan status akreditasi rumah sakit.






