berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Seni dan Budaya

Mengenal Sosok Nasirun, Maestro Seni Rupa Indonesia yang Penuh Kesederhanaan

Ance RundenganDiterbitkan 2 Agu 2026 - 11.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Sosok Nasirun, Maestro Seni Rupa Indonesia yang Penuh Kesederhanaan
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Dunia seni rupa Indonesia kembali berduka atas berpulangnya salah satu maestro kebanggaan Tanah Air, Nasirun. Seniman yang lahir di Cilacap, Jawa Tengah, ini mengembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Beliau dinyatakan meninggal dunia pada sekitar pukul 05.58 WIB saat sedang berada di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Kepergian sang maestro pada usia 60 tahun tersebut meninggalkan duka mendalam bagi dunia kesenian, sekaligus mewariskan jejak karya serta kisah hidup yang luar biasa untuk terus dikenang oleh generasi mendatang. Sosoknya tidak hanya dihormati karena kualitas karyanya, tetapi juga karena kepribadiannya yang sangat unik.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Sebagai seorang perupa, nama Nasirun tidak hanya bergema di dalam negeri, tetapi juga telah dikenal luas di kancah seni rupa internasional hingga menjangkau lima benua. Reputasi global ini dibangun melalui perjalanan karier yang panjang dan dedikasi yang tidak pernah surut terhadap dunia kesenian. Sepanjang masa aktifnya, Nasirun telah berpartisipasi dalam berbagai pameran bergengsi di Indonesia maupun di mancanegara. Beberapa negara yang pernah menjadi saksi bisu keindahan karya sang maestro antara lain adalah Singapura, Jepang, dan Prancis. Kehadiran karya-karyanya di negara-negara tersebut membuktikan bahwa bahasa seni yang ia sampaikan mampu melampaui batas-batas geografis dan budaya.

Produktivitas Nasirun dalam berkarya juga menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah seni rupa Indonesia. Secara keseluruhan, seniman ini tercatat telah menghasilkan sekaligus mengoleksi sebanyak 1.448 karya seni. Menariknya, ribuan karya berharga tersebut tidak disembunyikan di galeri tertutup yang eksklusif, melainkan dipajang dengan rapi di rumah pribadinya. Kediaman sang maestro pun bertransformasi menjadi sebuah ruang pameran yang terbuka bagi siapa saja. Karya-karya tersebut dapat dinikmati oleh para pengunjung secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Keputusan untuk membuka pintu rumahnya bagi para penikmat seni menunjukkan betapa ia ingin karyanya dapat diakses dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Baca Juga

Panduan Menelusuri Perjalanan Hidup dan Warisan Seni Maestro Nasirun

Panduan Menelusuri Perjalanan Hidup dan Warisan Seni Maestro Nasirun

Di balik reputasi internasional dan nilai ekonomi karyanya yang sangat fantastis, Nasirun memiliki gaya hidup yang jauh dari kesan mewah. Ia diketahui memiliki aset dengan nilai mencapai miliaran rupiah beserta deretan kendaraan mewah di rumahnya. Namun, realitas kesehariannya justru menampilkan kontras yang sangat tajam. Nasirun sama sekali tidak memiliki telepon seluler atau handphone, sebuah perangkat yang seolah menjadi kebutuhan primer bagi manusia modern. Selain itu, ia juga tidak bisa mengemudikan kendaraan. Meski publik sering menilainya dengan berbagai sebutan, sang maestro justru menolak label-label tersebut. Dalam sebuah kesempatan, ia secara tegas menyatakan, "Bersahajanya saya tolak, miliunernya juga saya tolak."

Kisah unik lain yang mewarnai perjalanan karier Nasirun adalah julukan "Seniman Gorengan" yang begitu lekat dengan sosoknya. Sebutan yang terdengar tidak biasa untuk seorang maestro ini bermula dari sebuah peristiwa pada tahun 1997. Saat itu, Nasirun menggelar sebuah pameran seni di tempat almarhum Sandi Sulaiman. Pameran tersebut dibuka pada jam 7, dan di luar dugaan, seluruh karya yang dipamerkan sudah habis terjual atau sold out pada jam 3. Fenomena karya seni yang laris manis dalam waktu yang sangat singkat itulah yang kemudian melahirkan julukan "Seniman Gorengan".

Baca Juga

Memahami Alur Penyidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah Pasca-Penggeledahan Tim Sembilan

Memahami Alur Penyidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah Pasca-Penggeledahan Tim Sembilan

Seluruh pencapaian, kekayaan, dan popularitas yang diraih Nasirun pada akhirnya tidak pernah mengubah prinsip dasar yang ia pegang teguh dalam berkesenian. Baginya, seni bukanlah alat untuk memuaskan ego atau mencari keuntungan duniawi semata. Sang maestro memandang proses kreatifnya sebagai sesuatu yang murni dan terlepas dari persaingan. Ia pernah mengungkapkan pandangannya dengan kalimat yang sangat mendalam, "Saya dari berkesenian tak pernah ambisi untuk menjadi populer, ambisi menjadi kaya raya, apalagi ambisi untuk mengalahkan orang lain." Ketulusan niat dan dedikasi tanpa pamrih inilah yang menjadikan sosok Nasirun sebagai teladan abadi dalam dunia seni rupa Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

NasirunSeni RupaMaestro SeniSeniman GorenganProfil Seniman

Berita Terbaru Lainnya

Penyelidikan Kematian Pengunjung Wahana Rumah Hantu di TulungagungCara Warga Kalidadap Bantul Mengalirkan Air Alami Menggunakan Selang dan GravitasiPanduan Menghadapi Krisis Air di Bantul Saat Kemarau PanjangKejaksaan Agung Geledah Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kebayoran BaruCara Memahami Peran BPUPKI dan Tokoh Kuncinya Menjelang Kemerdekaan RIKebijakan Water Farming, Kewajiban Rehabilitasi bagi Pengguna Air TanahDinamika Transaksi Asing dan Pergerakan IHSG di Pasar ModalPanduan Menelusuri Perjalanan Hidup dan Warisan Seni Maestro Nasirun

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap