Mengapa kekompakan unsur pimpinan di tingkat daerah menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal? Pertanyaan ini menjadi dasar penting bagi tata kelola pemerintahan di kawasan Sumatra, di mana stabilitas ketertiban umum berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Tanpa adanya sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan, pemantauan terhadap kenaikan harga komoditas maupun potensi gangguan keamanan di daerah kerap menghadapi kendala operasional. Oleh karena itu, penguatan kerja sama antarunsur pimpinan di wilayah Sumatra menjadi perhatian serius pemerintah pusat guna memastikan roda perekonomian dan situasi keamanan berjalan seiring.
Pesan mengenai pentingnya penyatuan langkah tersebut ditegaskan secara langsung saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Regional Sumatera. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Balairung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (12/8). Dalam forum strategis ini, Mendagri dorong Forkopimda Sumatra solid jaga stabilitas dan ekonomi wilayah agar mampu menghadapi tantangan pembangunan secara bersama-sama. Menurut Tito, setiap unsur dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah memiliki kewenangan dan kekuatan tersendiri. Apabila kekuatan tersebut disatukan secara padu, pemerintahan di daerah akan menjadi sangat solid dan mampu menghasilkan kebijakan daerah yang berkualitas.
Untuk menjaga kontinuitas konsolidasi tersebut, Tito memberikan rekomendasi konkret mengenai frekuensi komunikasi antarunsur pimpinan. Mendagri menyarankan agar Forkopimda di seluruh wilayah Sumatra mengagendakan rapat koordinasi secara berkala, yakni minimal satu atau dua bulan sekali. Melalui mekanisme rapat berkala ini, pimpinan daerah dapat mengevaluasi kondisi ketertiban umum, mengidentifikasi ancaman stabilitas secara dini, serta merumuskan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Penyamaan persepsi secara rutin ini diharapkan dapat mencegah timbulnya ego sektoral dan memperkuat koordinasi lapangan antarlembaga di tiap kabupaten, kota, maupun provinsi.
Pengalaman Zulkifli Hasan dan Tantangan Pendanaan Lingkungan Global

Dalam penjelasannya mengenai kondisi perekonomian, Mendagri mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia saat ini mencapai angka 5,29 persen, sebuah capaian yang dinilai sangat bagus. Untuk wilayah Pulau Sumatra, Tito secara khusus menyoroti keberhasilan Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Lampung yang mampu mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi di atas tingkat nasional. Kinerja positif di dua provinsi tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi Sumatra sangat besar jika didukung oleh iklim daerah yang kondusif.
Meski indikator ekonomi nasional menunjukkan hasil positif, Mendagri memberikan peringatan khusus terkait dampak pergerakan harga terhadap stabilitas keamanan lokal. Tito menjelaskan bahwa kenaikan harga barang dan jasa, terutama harga bahan pangan, akan memberikan dampak secara langsung pada situasi ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pengendalian inflasi pangan dan pemantauan distribusi barang pokok harus menjadi perhatian bersama Forkopimda, agar gejolak harga tidak memicu keresahan sosial di daerah.
DPR dan Panitia Janji Sidang Tahunan MPR 2026 Berlangsung Khidmat Tanpa Pemutaran Lagu Populer

Rapat Koordinasi Forkopimda Regional Sumatera di BP Batam ini menjadi momentum penting yang melibatkan para pejabat tinggi negara dan pimpinan daerah secara menyeluruh. Forum ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Selain jajaran menteri dan kepala lembaga, jajaran gubernur, bupati, wali kota, serta unsur Forkopimda se-Sumatra beserta pejabat terkait lainnya hadir secara langsung untuk memastikan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah Sumatra.






