Pemerintah menargetkan sebanyak 420.000 pencari kerja masuk dalam program pemagangan dan pelatihan vokasi nasional guna mengatasi ketidaksesuaian kualifikasi atau skills mismatch di dunia kerja. Program ini disiapkan menyusul pergeseran cepat kebutuhan industri akibat disrupsi teknologi.
Menteri Ketenagakerjaan Yasierli menegaskan bahwa kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan industri bukan persoalan baru maupun masalah yang hanya dialami di dalam negeri. Kondisi tersebut merupakan tantangan struktural yang kini dihadapi hampir di seluruh dunia.
"Kalau mismatch itu kan tantangan yang sudah lama, jadi tidak hanya di Indonesia, hampir di semua negara," ujar Yasierli di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat.
Cek! Tarif Listrik PLN September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berikut Rincian Lengkapnya

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menjelaskan bahwa laju perubahan standar kompetensi di sektor industri kian terakselerasi oleh kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi. Proses operasional industri yang terus bertransformasi menuntut tenaga kerja untuk cepat beradaptasi dengan jenis keterampilan baru.
Untuk memitigasi dampak kesenjangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan membagi intervensi ke dalam dua jalur program prioritas berdasarkan jenjang pendidikan para lulusan.
Pembagian Target Pemagangan dan Pelatihan Vokasi
Jalur pertama adalah program pemagangan nasional yang dirancang khusus bagi lulusan perguruan tinggi dengan target menjangkau 150.000 peserta. Skema ini difokuskan agar lulusan sarjana maupun diploma dapat langsung menyerap kebutuhan teknis serta dinamika kerja di lingkungan industri nyata.
Fadli Zon Ungkap Rekonstruksi Desa Adat Sade Butuh Anggaran hingga Rp 30 Miliar

Jalur kedua berupa pelatihan vokasi nasional yang dialokasikan bagi 270.000 lulusan jenjang SMA dan SMK. Program ini menitikberatkan pada penguatan keahlian praktis terapan agar para lulusan pendidikan menengah siap memenuhi kualifikasi lapangan kerja yang tersedia.
Yasierli menyebutkan bahwa evaluasi sementara terhadap pelaksanaan program pemagangan dan vokasi tersebut menunjukkan perkembangan yang positif dalam membantu penyerapan tenaga kerja.






