Gelandang Fenerbahce Matteo Guendouzi menjadi pusat perhatian menyusul keributan pascalaga saat timnya menyingkirkan Lyon pada leg kedua play-off Liga Champions di Groupama Stadium, Kamis (27/8) waktu setempat.
Kemenangan 2-1 di markas Lyon memastikan Fenerbahce mengunci tiket fase liga dengan keunggulan agregat 3-2. Capaian ini sekaligus mengakhiri penantian panjang klub asal Turki tersebut, yang terakhir kali tampil di babak utama Liga Champions pada musim 2008-2009.
Namun, perayaan keberhasilan Fenerbahce ternoda oleh ketegangan antarpemain dan staf dari kedua kubu. Situasi panas yang terjadi di lapangan berlanjut hingga lorong menuju ruang ganti.
Guendouzi, yang pernah memperkuat rival utama Lyon yakni Marseille pada periode 2021 hingga 2024 serta mantan pemain Arsenal, terus menerima cemoohan dari tribune suporter tuan rumah sepanjang pertandingan. Begitu peluit panjang dibunyikan, Guendouzi meluapkan emosinya dengan berteriak "Allez l'OM" ke arah kamera di pinggir lapangan.
PPNK 73 Lemhannas Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Aksi provokasi tersebut langsung memicu reaksi. Saat Guendouzi berjalan menuju lorong pemain, seseorang dengan atribut Lyon berupaya menghampirinya. Petugas keamanan bersama para pemain dan staf dari kedua kubu langsung terlibat aksi saling dorong untuk melerai sekaligus mengamankan situasi.
Menanggapi insiden tersebut, Guendouzi mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak dihormati oleh para pendukung tuan rumah. Ia menyebut telah menerima serangkaian hinaan yang menyerang ranah pribadi hingga keluarganya.
Pelatih Fenerbahce Ismail Kartal pasang badan membela pemainnya dari kritik. Kartal menegaskan bahwa seluruh anggota skuad memberikan dukungan penuh kepada Guendouzi atas tekanan yang dihadapinya selama pertandingan.
Kebakaran Rumah di Semarang, Dua Balita Alami Luka Bakar

Dalam jalannya laga penentuan tersebut, Fenerbahce sempat tertinggal sebelum akhirnya membalikkan kedudukan pada babak kedua melalui gol Vedat Muriqi dan Archie Brown. Lyon hanya mampu menyarangkan satu gol lewat aksi Malick Fofana. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Stadion Sukru Saracoglu, saat gol Lois Openda dibalas oleh Mason Greenwood.
Setelah memastikan kelolosan dramatis ini, Fenerbahce langsung mengalihkan fokus menanti hasil undian fase liga Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung di Monako pada Kamis sore waktu setempat.






