berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Pusat Terkait Keabsahan Penyitaan

Bambang SetiawanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 15.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Pusat Terkait Keabsahan Penyitaan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana kelanjutan langkah hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, setelah upaya hukum pertamanya kandas di pengadilan? Pertanyaan ini mengemuka seiring dengan langkah terbarunya yang kembali mendaftarkan permohonan praperadilan. Kali ini, langkah hukum tersebut ditujukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan fokus gugatan yang berbeda dari sebelumnya.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
Upaya hukum ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses hukum yang menjerat sejumlah mantan pejabat tinggi di Badan Gizi Nasional. Setelah permohonan terdahulu yang mempersoalkan status tersangka dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Lodewyk kini memilih jalur lain untuk menguji prosedur yang dilakukan oleh penyidik
Kejaksaan Agung
. Melalui permohonan baru ini, ia membidik keabsahan tindakan penyitaan aset yang dilakukan oleh pihak kejaksaan.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah resmi meregister permohonan praperadilan yang diajukan oleh Lodewyk Pusung dengan nomor perkara 18/Pid.Pra/2026/PN Jkt.Pst. Dalam permohonan ini, Lodewyk bertindak sebagai pemohon, sedangkan pihak Kejaksaan Agung berstatus sebagai termohon. Klasifikasi utama dari gugatan hukum kali ini adalah untuk menguji sah atau tidaknya pelaksanaan upaya paksa penyitaan yang dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Masyarakat dan pihak terkait dapat memantau jalannya persidangan ini dalam waktu dekat. Pengadilan telah menjadwalkan sidang perdana untuk memeriksa permohonan ini pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Untuk memimpin jalannya persidangan, pihak pengadilan telah menunjuk hakim tunggal M Firman Akbar yang akan memeriksa serta mengadili perkara tersebut.

Baca Juga

Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat Hormuz

Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat Hormuz

Langkah ini diambil setelah upaya hukum serupa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menemui jalan buntu. Pada persidangan yang digelar hari Kamis, 30 Juli, hakim tunggal Abdul Affandi membacakan amar putusan yang menyatakan bahwa permohonan praperadilan Lodewyk tidak dapat diterima. Pada gugatan pertama tersebut, objek yang dipersoalkan oleh Lodewyk adalah mengenai sah atau tidaknya penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Karena gugatan pertamanya kandas, Lodewyk kini mengalihkan fokus pembelaan hukumnya pada prosedur penyitaan barang atau aset yang dilakukan oleh penyidik kejaksaan.

Kasus yang melatarbelakangi pengajuan praperadilan ini adalah dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG di lingkungan Badan Gizi Nasional. Kejaksaan Agung saat ini tengah memproses hukum sedikitnya tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Rangkaian nama yang terseret dalam kasus ini mencakup sejumlah figur penting di BGN serta pihak swasta yang menjadi mitra kerja mereka.

Selain Lodewyk Pusung selaku mantan Wakil Kepala BGN, penyidik juga menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Sony Sonjaya, sebagai tersangka. Nama-nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Asep Yusuf Somantri yang diidentifikasi sebagai kaki tangan Sony, serta Andri Mulyono selaku Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal. Selain itu, terdapat pula Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing, serta Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Berdasarkan penjelasan dari Kejaksaan Agung, program MBG ini pada awalnya dirancang untuk dikelola oleh yayasan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi yang memiliki afiliasi langsung dengan sekolah penerima manfaat. Namun, dalam praktiknya, penyidik menemukan adanya penyimpangan yang signifikan. Banyak SPPG yang justru ditunjuk karena memiliki hubungan atau afiliasi dengan para petinggi di lingkungan BGN. Tidak hanya itu, banyak yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG tersebut sebenarnya tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk menjadi mitra program.

Baca Juga

Kinerja Keuangan PTPN Group Melonjak pada Semester I 2026 Seiring Transformasi Bisnis

Kinerja Keuangan PTPN Group Melonjak pada Semester I 2026 Seiring Transformasi Bisnis

Penyimpangan tersebut diduga berujung pada penggelembungan harga atau mark-up dalam proses pengadaan barang. Kerugian negara yang timbul dari penggelembungan harga ini dinilai tidak mendukung kelancaran operasional pelaksanaan program MBG itu sendiri. Nilai pengadaan barang yang dipersoalkan dalam kasus ini pun terbilang sangat besar dan mencakup berbagai macam aset operasional.

Salah satu item pengadaan yang menjadi sorotan utama adalah pengadaan unit kendaraan operasional berupa 21.801 unit motor listrik dengan nilai anggaran mencapai Rp1,03 triliun. Selain kendaraan listrik, penyidik juga mengusut pengadaan barang-barang lain yang diduga mengalami penggelembungan harga, di antaranya adalah 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit komputer tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Dengan diajukannya praperadilan kedua ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, fokus persidangan mendatang sepenuhnya akan menyoroti apakah penyidik Kejaksaan Agung telah mematuhi koridor hukum yang berlaku saat menyita aset-aset terkait dalam penyidikan kasus MBG tersebut. Hasil dari sidang yang dipimpin oleh hakim M Firman Akbar pada pertengahan Agustus nanti akan menjadi babak baru yang menentukan arah penanganan kasus dugaan korupsi besar di Badan Gizi Nasional ini.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kejaksaan AgungBadan Gizi NasionalPraperadilanLodewyk PusungPengadilan Negeri Jakarta PusatKasus Korupsi MBG

Berita Terbaru Lainnya

Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat HormuzKinerja Keuangan PTPN Group Melonjak pada Semester I 2026 Seiring Transformasi BisnisPersib Bandung Resmi Datangkan Gelandang Jepang Gakuto NotsudaTim 9 Kejaksaan Agung Periksa Febrie Adriansyah di Rutan KPKSanksi RS Pusri Palembang Terhadap Dokter yang Mengomentari Pasien BPJS di Media SosialKolaborasi Jadi Kunci Mewujudkan Layanan Publik Terintegrasi di IndonesiaPolisi Gagalkan Penyelundupan 3,4 Kilogram Ganja Asal Sumatera Utara di TangerangTingkat Pengangguran Lulusan SMK Capai 7,68 Persen pada Mei 2026

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap