PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas pendampingan bagi pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Melalui BRI Unit Dofior di Kota Sorong, Papua Barat Daya, perseroan menghadirkan program Klasterku Hidupku untuk mendorong para pelaku usaha pengolahan ikan kering meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak pendampingan tersebut adalah Nursia, perajin ikan kering di kawasan Jembatan Puri, Sorong. Ia merintis usahanya sejak 2017 dengan modal awal sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk membeli pasokan ikan segar sebagai bahan baku.
Kebutuhan modal kerja tersebut teratasi setelah Nursia memperoleh akses pembiayaan dari BRI pada akhir 2017. Keberlanjutan usaha Nursia kemudian berkembang seiring dengan keterlibatannya dalam program pemberdayaan klaster usaha binaan bank pelat merah tersebut.
Pertamina Kejar Seluruh SPBU Salurkan B50 pada Akhir September

Pembentukan Klaster dan Pelatihan Usaha
Di bawah bimbingan Mantri BRI, Nursia bersama sejumlah pelaku usaha sejenis membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong. Keberadaan kelompok ini mempermudah para pedagang mendapatkan berbagai fasilitas pengembangan usaha secara terarah.
Anggota klaster memperoleh berbagai pelatihan, mulai dari penguatan merek, perbaikan teknik pengemasan produk, hingga strategi pemasaran modern. Para pedagang juga dilatih menjalankan aktivitas perniagaan secara daring dan mengoptimalkan media sosial untuk menjaring pembeli di luar pasar tradisional.
Inalum Raih Peringkat BBB- Outlook Stabil dari S&P Global Ratings

Selain pembekalan materi, anggota klaster diberi kesempatan mempromosikan olahan laut mereka melalui keikutsertaan dalam pameran UMKM yang difasilitasi oleh BRI. Dari sisi pengelolaan keuangan, Nursia mencatatkan komitmen pembayaran kewajiban perbankan secara tertib setiap bulan tanpa riwayat kredit bermasalah.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen terus memperkuat ekosistem pemberdayaan terpadu bagi pelaku UMKM. Dukungan ini mencakup pembiayaan finansial, penguatan modal sosial antarpelaku usaha, serta adopsi digital agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.






