PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM resmi mengantongi peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings. Penilaian ini menempatkan produsen aluminium pelat merah tersebut ke dalam kategori layak investasi (investment grade).
Pencapaian peringkat global ini melengkapi tren positif penguatan profil keuangan perseroan. Sebelumnya, pada Agustus 2026, lembaga pemeringkat domestik PEFINDO telah menaikkan peringkat INALUM dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable, setelah selama tiga tahun berturut-turut tertahan di level idAA-/Stable.
Dalam laporannya yang dirilis pada 7 September 2026, S&P menggarisbawahi posisi strategis INALUM di dalam ekosistem Grup MIND ID serta kuatnya dukungan pemerintah melalui holding BUMN industri pertambangan tersebut. Selain sokongan pemegang saham, efisiensi operasional turut menopang penilaian, di mana INALUM tercatat beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global dibanding rata-rata industri pada 2026.
UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyatakan bahwa capaian pemeringkatan ini menjadi pengakuan atas kinerja keuangan perseroan sekaligus momentum penting untuk memperkuat fundamental bisnis di tengah agenda ekspansi.
Penopang Rencana Hilirisasi 2026–2029
Penetapan peringkat investasi internasional dan kenaikan peringkat domestik tersebut datang pada saat yang krusial. INALUM tengah mematangkan kebutuhan pendanaan berskala besar guna mengeksekusi rangkaian proyek hilirisasi aluminium sepanjang periode 2026 hingga 2029.
Cahaya Matahari & Angin Jadi Sumber Energi di Lahan Pertanian Kalijaran

Saat ini perseroan mengoperasikan fasilitas smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Ketergantungan terhadap impor bahan baku alumina juga telah dipangkas melalui kepemilikan mayoritas saham di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), yang mengoperasikan fasilitas Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, berkapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.
Ke depan, INALUM membidik lompatan kapasitas lewat proyek SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2) yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek SGAR 2 ditargetkan menambah kapasitas produksi sekitar 1 juta ton alumina per tahun, sehingga total kapasitas alumina terpasang nantinya akan meningkat menjadi dua kali lipat dari kapasitas yang beroperasi saat ini.






