Menyusun strategi investasi saham di awal bulan memerlukan analisis yang matang terhadap pergerakan pasar sebelumnya. Pada pekan pertama Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang cukup menarik setelah ditutup menguat 0,80 persen atau naik 49,76 poin ke level 6.236 pada Jumat (31/7). Sepanjang pekan lalu, indeks saham juga tercatat menguat sebesar 0,65 persen. Kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,48 persen menjadi Rp10.923 triliun dari posisi sebelumnya Rp10.870 triliun. Bagi Anda yang ingin memanfaatkan momentum penguatan pasar ini, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menyaring dan memilih saham yang layak dilirik.
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi aktivitas transaksi pasar secara keseluruhan. Pada penutupan Jumat (31/7), investor melakukan transaksi sebesar Rp18,25 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,45 miliar saham. Meski IHSG menguat, Anda harus memperhatikan tren penurunan aktivitas perdagangan harian yang terjadi sepanjang pekan. Rata-rata volume transaksi harian tercatat mengalami penurunan 31,23 persen dari 43,68 miliar menjadi 30,04 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 21,86 persen dari Rp19,76 triliun menjadi Rp15,44 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun menurun 31,88 persen, dari 2,67 juta kali transaksi menjadi 1,82 juta kali transaksi. Selain itu, perhatikan bahwa investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp250,58 pada hari tersebut dan mencapai Rp72,987 triliun sepanjang tahun 2026. Penurunan likuiditas dan aksi jual asing ini menandakan bahwa Anda harus lebih selektif dalam menempatkan dana.
Langkah kedua adalah memetakan sentimen makroekonomi dan geopolitik yang akan memengaruhi pasar pada perdagangan Senin (3/8) dan seterusnya. Sentimen geopolitik global sangat perlu diwaspadai, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menyusul klaim serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Ketidakpastian ini memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun yang naik ke level 4,74 persen, yang merupakan posisi tertinggi sejak Januari 2025. Dari dalam negeri, Anda wajib memantau rilis data inflasi Indonesia untuk periode Juli 2026 yang diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara tahunan (yoy). Anda juga perlu mencermati data S&P PMI Manufaktur Indonesia yang diproyeksikan naik ke level 47, meskipun posisinya masih berada di zona kontraksi.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Langkah ketiga adalah menganalisis saham-saham pilihan yang diproyeksikan memiliki ruang penguatan berdasarkan analisis teknikal dari para pakar. Oktavianus Audi merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada pekan lalu ditutup menguat 1,85 persen ke posisi 165. Saham ini diproyeksikan dapat mencapai target pergerakan di level 184. Selain itu, Anda juga dapat mencermati pergerakan saham sektor konsumer seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Saham ini ditutup menguat 2,33 persen ke posisi 1.755 pada pekan lalu, dan diproyeksikan memiliki potensi untuk menyentuh level 1.820.
Langkah keempat adalah melirik saham sektor energi dan mineral lainnya yang direkomendasikan oleh Herditya Wicaksana. Anda dapat mempertimbangkan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang ditutup menguat 0,90 persen ke level 560 pekan lalu, karena diproyeksikan bisa mencapai level 605. Selanjutnya, saham PT Energi Mega Persana Tbk (ENRG) yang naik 0,78 persen ke level 1.290 juga berpotensi menuju target level 1.610. Anda juga bisa mengamati pergerakan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang mencatatkan kenaikan 3,48 persen ke level 505 pekan lalu dengan proyeksi target di level 580.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Terakhir, tentukan batas toleransi risiko Anda dengan menetapkan area support dan resistance untuk IHSG. Oktavianus Audi memperkirakan indeks akan bergerak pada rentang support 6.170 dan resistance 6.295 pada perdagangan Senin (3/8). Sementara itu, Herditya Wicaksana memproyeksikan rentang pergerakan IHSG dengan level support di 5.966 dan resistance di 6.377. Sebagai tambahan pertimbangan, Anda juga perlu memperhatikan data ekonomi lainnya seperti neraca dagang dan cadangan devisa domestik, PMI China, serta data non-farm payrolls (NFP) AS. Dengan memadukan analisis sentimen global, data domestik, serta target harga saham-saham potensial tersebut, Anda dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur di awal bulan Agustus.






