berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Berita Daerah

Langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe Optimalkan Tambahan TKD untuk Normalisasi Waduk Pusong

Ance RundenganDiterbitkan 2 Agu 2026 - 19.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe Optimalkan Tambahan TKD untuk Normalisasi Waduk Pusong
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, mulai merealisasikan tambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk pemulihan pascabencana menjadi wujud pekerjaan fisik. Salah satu fokus utamanya adalah pelaksanaan pengerjaan normalisasi Waduk Pusong tahap kedua. Proyek ini menelan dana senilai Rp 3 miliar dengan tujuan utama memulihkan fungsi waduk sebagai infrastruktur pengendali banjir. Bagi masyarakat atau pihak terkait yang ingin mengetahui bagaimana proses optimasi anggaran dan pelaksanaan teknis proyek ini berjalan, berikut adalah rincian tahapan langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah pertama dalam proses ini adalah menetapkan landasan hukum serta membagi alokasi anggaran tambahan secara rinci. Berdasarkan data penggunaan tambahan TKD untuk Tahun Anggaran 2026, Kota Lhokseumawe memperoleh total alokasi sebesar Rp 124,16 miliar. Penggunaan dana tersebut telah ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 13 Tahun 2026. Anggaran ini kemudian dijabarkan secara spesifik ke dalam 42 kegiatan yang tersebar pada 18 organisasi perangkat daerah. Melalui regulasi yang jelas, setiap instansi memiliki panduan pasti untuk menjalankan program pemulihan sesuai porsi yang telah ditentukan.

Langkah kedua melibatkan pendistribusian anggaran ke berbagai sektor prioritas. Pemerintah daerah mengarahkan porsi terbesar, yakni sebesar Rp 92,84 miliar atau sekitar 74,77 persen dari total dana tambahan, khusus untuk sektor infrastruktur. Selain itu, tambahan TKD Kota Lhokseumawe juga dialokasikan sebesar Rp 29,33 miliar untuk urusan lainnya. Sektor pertanian mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 1,78 miliar, sementara sektor pendidikan menerima alokasi sebesar Rp 180 juta. Sektor kesehatan turut mendapatkan bagian sebesar Rp 30 juta. Pembagian ini dirancang sedemikian rupa agar perbaikan fasilitas publik dapat berjalan secara optimal.

Baca Juga

Perkembangan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay dan Kendala Komunikasi Polisi

Perkembangan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay dan Kendala Komunikasi Polisi

Langkah ketiga adalah mengidentifikasi dan menangani kondisi infrastruktur waduk yang sudah lama tidak terawat. Waduk Pusong tercatat telah hampir 20 tahun tidak dikeruk. Kondisi ini diperparah oleh keberadaan jaring apung dan tonggak-tonggak kayu yang selama ini menghambat pergerakan air. Masalah tersebut menyebabkan terjadinya sedimentasi serta memunculkan aroma tidak sedap di lokasi. Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe telah memulai pengerukan sebagai kelanjutan dari normalisasi tahap pertama. Pekerjaan fisik ini dijadwalkan berlangsung dengan masa kontrak selama 150 hari.

Langkah keempat adalah menerapkan metode pengerukan dan penataan fisik secara terukur di area waduk. Normalisasi ini mencakup proses penggalian pada daratan yang menyerupai pulau di bagian tengah waduk dengan menggunakan alat berat. Selain itu, pengerukan juga dilakukan di area sekeliling waduk guna membentuk tanggul. Tanggul pembatas ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai jalur joging bagi masyarakat. Pada bagian dalam waduk, pengerukan dilakukan sedalam sekitar satu meter dengan lebar mencapai 20 hingga 25 meter. Tindakan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air secara maksimal.

Baca Juga

Cegah Tawuran Remaja, Pemuda Kota Bogor Gelar Pertandingan Tinju Gladiator Arena

Cegah Tawuran Remaja, Pemuda Kota Bogor Gelar Pertandingan Tinju Gladiator Arena

Langkah kelima adalah memastikan ketersediaan alat pendukung dan kelancaran arus kas proyek. Dinas PUPR mengerahkan satu unit alat berat amfibi, satu unit ekskavator, lima hingga 10 truk pengangkut, serta berbagai peralatan pendukung lain untuk pekerjaan di lapangan. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Junaedi, menyebutkan bahwa pihak dinas juga menargetkan pencairan uang muka sekitar Rp 200 juta. Pencairan dana awal ini ditujukan untuk mendukung mobilisasi alat dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan normalisasi Waduk Pusong.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturTransfer ke DaerahKota LhokseumaweWaduk PusongDinas PUPR

Berita Terbaru Lainnya

Bagaimana Proses Penyelamatan Korban Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan BerlangsungMengenal Terowongan Chongtai, Proyek Kereta Cepat Bawah Air Tercepat di DuniaRencana PHK Global BP, Penyederhanaan Organisasi dan Fokus Bisnis MigasProyek Peremajaan Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya terhadap Produksi MigasTsunami Megathrust 15 Meter di Laut Banda yang Luput dari Perhatian NelayanCara Memahami Arah Kebijakan Pemerintah agar Tidak Salah InformasiPenyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis EnergiPerkembangan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay dan Kendala Komunikasi Polisi

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap