berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Olahraga

Kritik Drama VAR di Eropa, Sepak Bola Bukan PlayStation

Fitri KaraengDiterbitkan 11 Agu 2026 - 08.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kritik Drama VAR di Eropa, Sepak Bola Bukan PlayStation
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Keputusan Video Assistant Referee (VAR) di berbagai kompetisi liga top Eropa terus memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola di seluruh penjuru dunia. Banyak pihak menilai kehadiran teknologi penolong ini justru kerap merusak ritme asli permainan yang seharusnya berjalan cepat dan dinamis. Ketegangan di lapangan hijau kini tidak hanya ditentukan oleh taktik cerdas dan kemampuan fisik para pemain, melainkan juga oleh garis-garis milimeter di layar monitor yang membutuhkan waktu lama untuk diputuskan oleh petugas di ruang kontrol. Kritik pun mengalir deras dari berbagai penjuru, menyuarakan kegelisahan bahwa sepak bola modern mulai kehilangan keindahan tradisionalnya akibat intervensi teknologi yang terlalu kaku, lambat, dan mekanis. Hal ini memicu pertanyaan mendasar mengenai tujuan awal diterapkannya teknologi dalam olahraga ini.

Munculnya gelombang kritik bahwa sepak bola bukanlah permainan konsol seperti PlayStation mencerminkan kejenuhan publik terhadap detail-detail minor yang kerap membatalkan momen krusial dalam pertandingan. Masalah utama terletak pada frekuensi serta cara kerja intervensi VAR yang dinilai terlalu berlebihan dan sering kali mengabaikan otoritas keputusan awal dari wasit yang memimpin di lapangan. Merespons keresahan yang terus meningkat ini, Ketua Wasit UEFA, Roberto Rosetti, akhirnya angkat bicara dan secara tegas meminta agar intervensi VAR dievaluasi secara besar-besaran. Langkah evaluasi ini diambil demi mengembalikan esensi dasar sepak bola yang dinamis, di mana kendali keputusan utama tetap berada di tangan pengadil lapangan dan tidak semata-mata bergantung pada analisis visual layar monitor.

Baca Juga

Evaluasi Sistem Peringatan Dini untuk Mengatasi Karhutla di Taman Nasional

Evaluasi Sistem Peringatan Dini untuk Mengatasi Karhutla di Taman Nasional

Dampak dari ketergantungan berlebih pada teknologi ini sangat dirasakan oleh seluruh elemen pertandingan, mulai dari pemain yang bertanding, pelatih di pinggir lapangan, hingga suporter yang memberikan dukungan langsung di tribun stadion. Kegembiraan setelah mencetak gol yang seharusnya menjadi puncak emosi dalam sepak bola kini sering kali tertunda oleh proses peninjauan ulang yang memakan waktu cukup lama. Ketidakpastian yang berlarut-larut ini dinilai merusak atmosfer pertandingan dan emosi alami yang membuat olahraga ini begitu dicintai oleh jutaan orang. Ketika keputusan yang sangat tipis atau pelanggaran ringan dianalisis berulang kali menggunakan tayangan lambat dari berbagai sudut kamera, nilai sportivitas yang intuitif dirasa mulai bergeser ke arah standarisasi yang terlalu kaku dan tidak realistis.

Di tengah ramainya sorotan masyarakat Indonesia terhadap dinamika sepak bola di Benua Biru tersebut, perhatian pemerintah domestik juga tetap terbagi pada isu-isu krusial yang terjadi di dalam negeri. Bersamaan dengan ramainya evaluasi teknologi olahraga di kancah global, aspek kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan masalah lingkungan tetap menjadi prioritas utama skala nasional. Sebagai contoh nyata dari komitmen ini, Menko Polkam menyatakan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Langkah antisipatif ini memperlihatkan bahwa sementara publik menikmati perkembangan dunia hiburan olahraga internasional, upaya penanganan terhadap tantangan riil di tanah air tetap berjalan secara intensif demi keselamatan masyarakat.

Baca Juga

Bursa Transfer, Status Kepindahan Rodri ke Barcelona atau Bertahan di Manchester City

Bursa Transfer, Status Kepindahan Rodri ke Barcelona atau Bertahan di Manchester City

Kembali pada persoalan di lapangan hijau Eropa, langkah evaluasi besar-besaran yang diminta oleh Roberto Rosetti diharapkan mampu melahirkan panduan baru yang lebih seimbang bagi para pengadil di lapangan. Harapan besarnya adalah agar teknologi VAR ke depannya hanya akan digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang benar-benar nyata, jelas, dan fatal, bukan untuk mencari-cari kesalahan kecil yang luput dari pandangan mata biasa namun tidak memengaruhi jalannya laga secara signifikan. Proses penataan ulang sistem peninjauan ini sangat dinantikan oleh banyak pihak agar kompetisi sepak bola di liga-liga top Eropa mendatang dapat berjalan lebih mengalir tanpa drama teknologi yang berkepanjangan. Pada akhirnya, sepak bola harus tetap dimainkan dengan jiwa kemanusiaan dan emosi alaminya, bukan sebagai simulasi digital yang kaku.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UEFA

Berita Terbaru Lainnya

BEI Pantau Ketat Saham MCAS dan FUTR Akibat Unusual Market ActivityPegadaian Jadi Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di IndonesiaPanduan Menghadapi Darurat Karhutla dan Kabut Asap di Kota PontianakEvaluasi Sistem Peringatan Dini untuk Mengatasi Karhutla di Taman NasionalHarga Minyak Mentah Naik 5 Persen, Iran-Oman Belum Sepakat Buka Selat HormuzDaftar Provinsi dan Ketentuan Pemutihan Pajak Kendaraan BermotorIzin PT Atosim Lampung Pelayaran Terancam Dicabut Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa IIBPS Ungkap Penyebab Harga Daging Ayam Naik di 188 Daerah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap