berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Keuangan

Kinerja Keuangan Tugu Insurance (TUGU), Laba Melonjak 76,87 Persen pada Semester I-2026

Sri NugrohoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja Keuangan Tugu Insurance (TUGU), Laba Melonjak 76,87 Persen pada Semester I-2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) mencatatkan pertumbuhan laba yang sangat signifikan sepanjang enam bulan pertama pada tahun 2026. Berdasarkan data keuangan perusahaan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami lonjakan hingga 76,87 persen secara tahunan atau year-on-year. Nilai laba tersebut berhasil menembus angka Rp480,29 miliar pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut berbanding jauh dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, di mana perusahaan hanya membukukan laba sebesar Rp271,55 miliar.

Peningkatan laba bersih yang cukup tajam tersebut pada dasarnya sangat ditopang oleh perbaikan kinerja underwriting perusahaan. Hal ini terlihat jelas dari peningkatan pendapatan jasa asuransi yang berhasil dicetak oleh Tugu Insurance. Pada semester I-2026, pendapatan jasa asuransi perusahaan mengalami kenaikan sebesar 16,32 persen secara tahunan, sehingga totalnya mencapai Rp4,45 triliun. Sebagai perbandingan, pada paruh pertama tahun 2025, pendapatan dari sektor jasa asuransi ini berada di angka Rp3,83 triliun.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Beriringan dengan naiknya pendapatan, manajemen juga berhasil melakukan efisiensi pada pos beban jasa asuransi. Tercatat, beban jasa asuransi perusahaan justru mengalami penurunan yang tajam, yakni sebesar 34,81 persen secara tahunan. Beban tersebut menyusut menjadi Rp3,14 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp4,81 triliun pada semester I-2025. Penurunan beban yang signifikan di tengah naiknya pendapatan ini membuat hasil jasa asuransi perusahaan melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp602,95 miliar, jauh melampaui capaian Rp324,94 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga

Rencana Bank Neo Commerce Hapus Saldo Defisit dan Peluang Pembagian Dividen

Rencana Bank Neo Commerce Hapus Saldo Defisit dan Peluang Pembagian Dividen

Di luar kinerja jasa asuransi, Tugu Insurance juga memperoleh pemasukan dari instrumen lainnya. Pendapatan investasi perusahaan selama enam bulan pertama tahun 2026 tercatat mencapai Rp140,50 miliar. Selain itu, pos pendapatan operasional lainnya juga memberikan kontribusi yang positif dengan catatan sebesar Rp321,29 miliar. Kendati demikian, perusahaan juga melaporkan adanya peningkatan pada beban operasional lainnya. Beban operasional tersebut naik menjadi Rp504,08 miliar pada semester pertama tahun ini, dibandingkan dengan Rp397,68 miliar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Akumulasi dari seluruh pendapatan dan beban operasional tersebut bermuara pada pertumbuhan laba sebelum pajak perusahaan. Laba sebelum pajak Tugu Insurance tercatat meningkat sebesar 47,84 persen menjadi Rp554,78 miliar, dari sebelumnya Rp375,25 miliar pada paruh pertama tahun lalu. Sementara itu, laba periode berjalan secara keseluruhan tercatat menembus angka Rp493,51 miliar, naik dari posisi Rp311,47 miliar pada semester I-2025. Pertumbuhan laba ini secara langsung mengerek nilai laba per saham atau earnings per share (EPS) TUGU menjadi Rp135 per lembar, meningkat dari Rp76 per lembar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca Juga

Cara Menyikapi Panic Selling Akibat Anomali Antrean Jual Saham JELI

Cara Menyikapi Panic Selling Akibat Anomali Antrean Jual Saham JELI

Berpindah ke sisi neraca keuangan, total aset yang dimiliki oleh PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. per tanggal 30 Juni 2026 juga menunjukkan tren yang positif. Total aset perusahaan tumbuh sebesar 6,41 persen menjadi Rp29,49 triliun, jika disandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025 yang berada di angka Rp27,71 triliun. Pertumbuhan aset ini utamanya didorong oleh peningkatan pada nilai aset kontrak asuransi dan reasuransi. Pos aset tersebut tercatat naik menjadi Rp12,88 triliun dari nilai sebelumnya sebesar Rp10,59 triliun pada penghujung tahun lalu.

Pada saat yang bersamaan, total liabilitas perusahaan juga mengalami peningkatan menjadi Rp19,44 triliun pada pertengahan tahun 2026, dari posisi Rp17,50 triliun pada akhir tahun 2025. Kenaikan kewajiban ini sejalan dengan naiknya liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi perusahaan yang mencapai Rp17,66 triliun, dari sebelumnya Rp15,37 triliun. Di sisi lain, total ekuitas Tugu Insurance tercatat relatif stabil di angka Rp10,01 triliun, sedikit berubah dari posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp10,17 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp9,18 triliun.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laporan Keuanganlaba bersihTUGUTugu InsuranceKinerja UnderwritingAsuransi

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Tambahan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Ratusan PemdaCara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden PrabowoRincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kementerian PertahananPembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas TerkiniTransisi Energi Terbarukan sebagai Solusi Pengembangan Akuakultur Ramah LingkunganEtika Birokrasi dan Keamanan Publik, Mengapa Sayembara Begal Dedi Mulyadi Dinilai Tidak EtisTanggapan KPK atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul WahidMenyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap