PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro terus memperkuat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan layanan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta untuk rute Kelapa Gading hingga Manggarai. Sinergi yang kuat ini sangat penting mengingat jadwal peresmian dan pengoperasian awal dari moda transportasi massal ini sudah semakin dekat, yaitu ditargetkan pada tanggal 26 Agustus 2026 mendatang. Dengan koordinasi yang intensif ini, diharapkan seluruh aspek operasional dapat berjalan dengan lancar saat resmi dibuka kelak.
Proses pengujian sistem saat ini tengah dilakukan secara menyeluruh dan mendetail untuk memastikan seluruh aspek teknis berjalan dengan baik. Pengujian ini mencakup berbagai komponen penting, mulai dari prasarana dan sarana, sistem persinyalan, telekomunikasi, kelistrikan, hingga integrasi sistem secara menyeluruh. Direktur Jenderal Perkeretaapian DJKA, Allan Tandiono, menyatakan bahwa seluruh rangkaian pengujian sistem ini dilakukan secara mendalam untuk menjamin agar fungsi teknis dan keselamatan dapat berjalan secara optimal sebelum layanan ini akhirnya dilepas dan dibuka untuk masyarakat umum.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Robert Sarjaka, juga menegaskan pentingnya aspek keselamatan dalam proyek ini. Menurut Robert Sarjaka, keselamatan merupakan prioritas paling utama dalam setiap tahapan pembangunan maupun pengoperasian infrastruktur transportasi. Oleh karena itu, Jakpro berkomitmen untuk tidak melewatkan detail sekecil apa pun dalam proses persiapan ini guna memberikan rasa aman yang maksimal bagi para calon pengguna LRT Jakarta di masa mendatang.
Kejagung Tahan Dua Tersangka Korupsi Transfer Pricing PT TPL, Kronologi dan Langkah Hukum

Ketika nantinya beroperasi secara penuh, LRT Jakarta akan melayani rute sepanjang 12,2 kilometer yang menghubungkan 11 stasiun strategis dari kawasan Kelapa Gading hingga Manggarai. Sebelas stasiun yang akan melayani masyarakat dalam koridor ini meliputi Stasiun Kelapa Gading, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, Stasiun Velodrome, Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, Stasiun Proklamasi, dan Stasiun Manggarai. Dengan menggunakan jalur LRT ini, waktu tempuh perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai ditargetkan hanya memakan waktu sekitar 28 menit saja.
Selain menawarkan efisiensi waktu perjalanan, keunggulan lain dari LRT Jakarta rute ini adalah integrasi antarmoda yang sangat memudahkan mobilitas warga. Terdapat tiga stasiun, yakni Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, dan Stasiun Proklamasi, yang telah terintegrasi langsung dengan layanan Transjakarta. Sementara itu, Stasiun Manggarai akan menjadi salah satu simpul integrasi utama yang menghubungkan penumpang dengan layanan KRL Commuter Line, KA Bandara, serta Transjakarta. Dengan adanya konektivitas yang luas ini, volume penumpang harian LRT Jakarta diproyeksikan akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 60.000 sampai 80.000 penumpang per hari.
Upaya Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 921 Hektare Lahan di Gunung Bromo

Pengembangan proyek LRT Jakarta ini juga tidak lepas dari visi pembangunan daerah yang diarahkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Gubernur mengarahkan agar pengembangan jaringan LRT Jakarta ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem transportasi publik di ibu kota. Penguatan transportasi publik ini diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi kokoh bagi Jakarta dalam melangkah menuju kota global. Berdasarkan data pembangunan terbaru, progres konstruksi fisik secara keseluruhan untuk koridor Velodrome-Manggarai hingga minggu keempat Juli 2026 telah berhasil mencapai angka 97,99 persen.






