Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengembangan Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) yang berada di Batam, Kepulauan Riau. Langkah penguatan ini ditujukan untuk membangun kawasan sekaligus memberikan kepastian kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan warga di Rempang tidak hanya berpindah ke lokasi baru, melainkan juga memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Dalam merealisasikan pengembangan kawasan tersebut, Kementrans menjalin kerja sama dengan BP Batam serta Pemerintah Kota Batam. Progres pengembangan kawasan ini pun dilaporkan secara berkala kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
Iftitah menambahkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kondisi di Rempang terpantau semakin damai dan kondusif. Menurutnya, stabilitas lingkungan tersebut sangat penting guna menghadirkan iklim investasi yang nyaman bagi seluruh pihak.
Basarnas Utamakan Evakuasi Korban Sebelum Investigasi Kapal Virgo Transport 8

Bantuan Kapal dan Penguatan Kapasitas Nelayan
Sebagai langkah nyata penguatan mata pencaharian warga, Kementrans telah menyalurkan bantuan berupa 16 unit kapal perikanan berukuran 5 Gross Tonnage (GT). Bantuan armada tersebut diberikan secara khusus kepada warga transmigran yang berprofesi sebagai nelayan di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Pada pelaksanaannya, setiap kelompok nelayan menerima bantuan satu unit kapal yang sudah dilengkapi dengan perangkat pendukung penangkapan ikan. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa para nelayan menyambut baik dan senang atas bantuan kapal tersebut untuk menunjang aktivitas melaut mereka.
Pencarian Korban Kapal Virgo 8 Hilang Kontak, Posko 24 Jam Disiagakan

Selain memberikan sarana kapal, Kementrans bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta BP Batam turut menggelar pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para nelayan di kawasan transmigrasi Tanjung Banon. Program pelatihan ini mencakup pembekalan teknik memaksimalkan penangkapan ikan hingga tata cara pengolahan ikan agar produk perikanan yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.






