Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional bandar udara di kawasan sekitar tetap berjalan normal menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu (5/9) pagi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menyampaikan bahwa pengamatan lapangan menggunakan metode paper test volcanic ash (VA) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan hasil nihil sebaran abu vulkanik. Dengan hasil tersebut, aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat tidak mengalami gangguan.
"Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pengamatan menggunakan paper test VA telah dilakukan dan hingga saat ini tidak terdeteksi adanya abu vulkanik. Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal, dan lancar," ujar Lukman.
Foto, Api Meluas hingga Kalipait, Petugas Dinginkan Sisa Kebakaran Gunung Ijen

Laporan awal mengenai aktivitas vulkanik ini sebelumnya diterima Ditjen Perhubungan Udara dari Kepala Stasiun Meteorologi BMKG di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan informasi ASHTAM Nomor VAWR3739 yang diterbitkan pukul 09.10 WIB, jarak sebaran abu vulkanik tercatat berada sekitar 31,4 kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta, 18,5 kilometer dari Bandara Pondok Cabe di Jakarta Selatan, serta 31,4 kilometer dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.
Menyikapi perkembangan tersebut, Kemenhub terus memantau ruang udara secara intensif bersama BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan guna menjamin keselamatan armada di wilayah terdampak. Maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memantau pembaruan informasi resmi melalui dokumen NOTAM dan ASHTAM.
Kebakaran Hanguskan 12 Rumah di Aspol, 12 Keluarga Polisi Mengungsi

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa erupsi menerus dengan durasi beberapa jam masih berlangsung pada Sabtu pagi. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau Pasauran, Rita Susilawati, menjelaskan bahwa tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual, namun pendaran warna merah menyala terpantau menandakan semburan lava dan erupsi aktif.
Suara gemuruh sempat teramati dari Pos PGA Pasauran, bersamaan dengan laporan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat yang merasakan getaran serta suara dentuman. PVMBG mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki agar mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.






