Seorang anak di bawah usia 15 tahun yang mengungsi akibat bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga menjadi korban pemerkosaan di tempat pengungsian.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengonfirmasi kejadian tersebut. Arifah memastikan bahwa korban, yang tercatat berjumlah satu orang, saat ini sudah dalam penanganan dan mendapatkan pendampingan dari Kementerian PPPA serta pihak-pihak terkait.
Menindaklanjuti insiden ini, Kementerian PPPA berkolaborasi dengan sejumlah instansi untuk mendata pengungsi secara mendalam. Langkah tersebut dilakukan guna menyiapkan penataan tenda khusus bagi perempuan dan anak demi memastikan keamanan kelompok rentan di lokasi bencana.
Kronologi Kecelakaan Beruntun di Kembangan Sebabkan Sekeluarga Tewas

Upaya di lapangan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Tim gabungan terjun langsung untuk memetakan penempatan fasilitas pengungsian.
Meski demikian, Arifah mengakui saat ini masih ada beberapa tenda penampungan yang kondisinya bercampur antara laki-laki dan perempuan. Proses pemisahan masih berjalan bertahap karena membutuhkan waktu pendataan lebih lanjut di lapangan.
Kecelakaan Beruntun di Kembangan, Satu Keluarga Tewas

Pemerintah menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi terus diperkuat guna meminimalkan risiko dan potensi terjadinya tindak kekerasan seksual di area pengungsian korban gempa NTT.






