Sebanyak 12 rumah di kompleks Asrama Polisi (Aspol) Polsek Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, ludes terbakar pada Sabtu (5/9). Peristiwa tersebut memaksa 12 kepala keluarga (KK) personel kepolisian mengungsi dari kediaman mereka.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah kebakaran ini. Api berkobar di area satu rukun tetangga (RT) yang berisikan sekitar 15 rumah, di tengah kompleks asrama yang dihuni oleh sekitar 70 KK.
Pengungsi Anak Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Pemerintah Siapkan Tenda Khusus

Kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas juga berhasil melokalisasi kobaran sehingga si jago merah tidak merembet ke bangunan operasional di sekitarnya, yakni Mapolsek Semarang Utara serta Satpas 1421 Sat Lantas Polrestabes Semarang yang berada tepat di sisi kanan dan kiri asrama.
Untuk penanganan awal, keluarga polisi yang terdampak dievakuasi sementara ke gedung aula dan rumah kerabat masing-masing. Guna mencukupi kebutuhan konsumsi para korban selama masa tanggap darurat, Bhayangkari telah mendirikan posko dapur lapangan di lokasi.
Wamendagri Dorong KDKMP Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa Terintegrasi

Hingga saat ini, penyebab pasti timbulnya api masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian, namun kepastian pemicu kebakaran masih menunggu hasil investigasi menyeluruh di tempat kejadian perkara.






