Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera masih berlangsung intensif. Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai prioritas utama penanggulangan bencana setelah kondisi titik api di lapangan terpantau masih sangat dinamis.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo menyampaikan bahwa berdasarkan data per 7 September 2026, enam provinsi yang menjadi fokus penanganan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Dalam konferensi pers daring bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI pada Selasa, 8 September 2026, Tri Budi menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara.
Jepang Kirim 3 Helikopter Bantu Atasi Kebakaran Hutan di Indonesia

"Kondisinya masih dinamis, sehingga penanganan dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara, pemantauan dan pemadaman titik api, waterbombing dari udara, serta operasi modifikasi cuaca," kata Tri Budi.
Operasi gabungan yang melibatkan BNPB sebagai koordinator, kementerian terkait, TNI, Polri, dan pemerintah daerah ini berjalan tanpa henti dalam 24 jam terakhir. Langkah terpadu difokuskan untuk melindungi keselamatan warga, menekan dampak kabut asap, serta mencegah kobaran api meluas ke kawasan lain.
KLH Minta Pemda Siaga Kebakaran TPA Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Selain operasi karhutla, Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI mengerahkan sumber daya untuk membantu penanganan bencana alam lain yang terjadi bersamaan, termasuk dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan militer mencakup proses evakuasi, pencarian dan pertolongan (SAR), logistik, serta bantuan medis.
Pemerintah memastikan seluruh pembaruan informasi kebencanaan akan disalurkan melalui satu pintu guna menjamin validitas data bagi masyarakat dan menghindari kesimpangsiuran informasi.






