Otoritas keamanan pangan India membongkar praktik pemalsuan berskala besar di sebuah gudang di Navi Mumbai, Maharashtra. Sindikat tersebut kedapatan menghapus dan mencetak ulang tanggal kedaluwarsa serta informasi nutrisi pada berbagai produk makanan dan minuman asli milik produsen multinasional seperti PepsiCo, Nestle, Coca-Cola, dan Unilever.
Penyelidikan intensif yang berlangsung selama enam hari tersebut dipimpin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Maharashtra di bawah komando Kepala FDA Tukaram Mundhe. Dalam operasi ini, petugas menyita hampir 5.000 karton produk konsumen dengan estimasi nilai mencapai US$ 80.000 atau sekitar Rp 1,41 miliar.
Modus Manipulasi Tanggal dan Label Nutrisi
Di dalam gudang yang berjarak sekitar 25 kilometer dari bandara internasional tersebut, para pekerja memanfaatkan cairan pelarut kimia guna membersihkan tanggal kedaluwarsa dan label komposisi asli pabrik. Setelah label lama terhapus, operator memasukkan data baru menggunakan stilus pada komputer, lalu mencetak label pengganti dengan mesin khusus beralaskan meja logam berstiker "I love my India".
Modus Baja China Kuasai RI Diselidiki-Ternyata Ada yang Tak Diatur WTO

Barang bukti yang diamankan mencakup beragam merek populer, di antaranya keripik kentang Lay's dan Kurkure produksi PepsiCo, mi Maggi Masala Noodles dari Nestle, Knorr Mushroom Soup serta Hellmann's Mayonnaise dari Unilever, hingga minuman kaleng Thums Up dan Limca dari Coca-Cola.
Sindikat ini juga merekayasa rincian kemasan untuk menyesuaikan dengan target pasar luar negeri. Pada produk Kurkure, mereka memasang label nutrisi dwibahasa Inggris dan Prancis, menurunkan klaim kandungan sereal hingga 10 persen, serta mengubah jumlah kalori. Sementara itu, karton Maggi Masala Noodles ditempeli keterangan tambahan "Product of India".
Ditujukan untuk Pasar Ekspor
Kepala FDA Maharashtra Tukaram Mundhe mengungkapkan seluruh stok yang disita sedianya disiapkan untuk pengiriman ekspor, meski negara tujuan akhirnya belum dipastikan secara rinci. Bukti manipulasi terlihat jelas pada sejumlah paket yang telah dicetak ulang dengan tanggal produksi fiktif di masa depan, yakni 2 Oktober 2026.
Pemerintah Targetkan Harga Karbon Bisa Dijual Sampai US$ 40 per Ton

Fasilitas penyimpanan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta Sadhana Enterprises, yang dimiliki oleh Jayprakash Sanchatiram Singh dan Jaya Navrang Bahadur Singh. Pihak pengelola berdalih operasional mereka semata-mata menjalankan pesanan dari 19 eksportir skala kecil.
Hingga laporan penyelidikan ini dirilis, perusahaan pemilik merek seperti PepsiCo, Nestle, Unilever, dan Coca-Cola belum memberikan tanggapan resmi terkait pengungkapan kasus manipulasi label tersebut.






