berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Internasional

Kabut Asap Selimuti Sarawak, Ratusan Sekolah Ditutup Akibat Penurunan Kualitas Udara

Bambang SetiawanDiterbitkan 22 Agu 2026 - 06.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kabut Asap Selimuti Sarawak, Ratusan Sekolah Ditutup Akibat Penurunan Kualitas Udara
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Otoritas berwenang di Sarawak, Malaysia, mengambil kebijakan darurat dengan menutup sebanyak 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari akibat penurunan kualitas udara dan kepungan kabut asap pekat. Langkah penutupan ini diputuskan menyusul kondisi atmosfer yang semakin memburuk di kawasan Malaysia Timur tersebut. Kebijakan ini berdampak langsung terhadap 197.323 pelajar, yang terdiri dari 107.590 murid sekolah dasar di 509 sekolah dan 89.733 siswa sekolah menengah di 82 sekolah.

Departemen Pendidikan Sarawak menetapkan bahwa sepuluh distrik yang terdampak penutupan sekolah meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa hambatan selama fasilitas fisik sekolah ditutup, pihak berwenang menerapkan metode pembelajaran berbasis rumah bagi seluruh murid di wilayah terdampak.

Pemburukan udara ini terpantau lewat pembacaan Indeks Pencemar Udara (API). Berdasarkan standar pengukuran dewan lingkungan, rentang indeks 0 hingga 50 masuk kategori baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 tergolong berbahaya. Pada hari Kamis, Serian mencatatkan API sebesar 193, Kuching 190, dan Samarahan 173. Angka tersebut memburuk pada hari Jumat pukul 11.00 waktu setempat ketika API di Serian melonjak ke 239. Pada pekan sebelumnya, sekolah-sekolah di kota Serian juga telah ditutup selama tiga hari berturut-turut saat API melampaui angka 200.

Baca Juga

Bukan Iran! Wilayah Arab Jadi Titik Tempur Baru, Dunia Ikut Terancam

Bukan Iran! Wilayah Arab Jadi Titik Tempur Baru, Dunia Ikut Terancam

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) Sarawak secara resmi mengategorikan kualitas udara tersebut sebagai sangat tidak sehat dan memperingatkan bahwa paparan kabut asap dapat berlanjut hingga akhir pekan apabila pembakaran biomassa terus terjadi. Di tingkat regional, cuaca yang menantang turut mendorong penyesuaian kegiatan publik di Singapura. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) menyatakan pada hari Jumat bahwa durasi khotbah Jumat dipersingkat sementara waktu, menyusul peringatan Layanan Meteorologi Singapura (MSS) mengenai berlanjutnya kondisi kering di kawasan tersebut.

Otoritas Malaysia dan media lokal secara langsung mengaitkan krisis polusi udara ini dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan, Indonesia. Data Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) yang dikutip NREB Sarawak menunjukkan terdeteksinya 7.286 titik panas di Kalimantan sepanjang 1 hingga 19 Agustus, berbanding 148 titik panas di Sarawak pada periode yang sama. ASMC turut mengamati sebaran asap lintas batas berskala sedang hingga pekat di Kalimantan Barat yang berembus ke arah utara dan menyelimuti wilayah barat Sarawak.

Baca Juga

Detik-Detik Helikopter TV Jatuh saat Siaran, Jurnalis Tewas

Detik-Detik Helikopter TV Jatuh saat Siaran, Jurnalis Tewas

Di dalam negeri, kebakaran lahan memicu kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan di Palangkaraya pada hari Rabu bahwa para ahli kini dalam posisi siaga penuh untuk menjalankan operasi penyemaian awan demi memadamkan kobaran api dan mengendalikan kebakaran hutan serta lahan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kabut AsapSarawakMalaysia

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap