berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Politik

Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, China Mainkan Lagi Kartu Mati AS Lewat Logam Tanah Jarang

Ance RundenganDiterbitkan 5 Sep 2026 - 04.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, China Mainkan Lagi Kartu Mati AS Lewat Logam Tanah Jarang
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berlangsung di Washington pada 24 September mendatang. Namun, tensi perdagangan kedua negara kembali memanas setelah sejumlah perusahaan mineral tanah jarang (rare earth) asal China dilaporkan menahan sebagian pengiriman pasokan ke AS akibat kekhawatiran terhadap risiko geopolitik.

Tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengungkapkan bahwa beberapa pemasok asal China menolak mengirimkan material strategis ke pembeli di AS karena cemas bakal menghadapi tindakan atau sanksi dari otoritas Beijing. Dalam salah satu kasus, pemasok bahkan menolak pengiriman lantaran khawatir komoditas tersebut nantinya dijual kembali kepada entitas yang masuk ke dalam daftar larangan.

Hambatan Pasokan dan Ketakutan terhadap Sanksi

Penahanan pengiriman mulai mencuat sejak awal Agustus, menyusul langkah Beijing menjatuhkan sanksi terhadap Responsible Business Alliance (RBA), lembaga pengawas rantai pasok perusahaan-perusahaan AS. Kebijakan ini memicu ketakutan di kalangan pemasok lokal China bahwa mereka bisa terkena hukuman jika mematuhi kerangka uji tuntas dari Responsible Minerals Initiative (RMI), program audit mineral global yang terafiliasi dengan RBA.

Pemerintah AS terus mendesak China agar memenuhi komitmen yang sebelumnya disepakati dalam pertemuan bilateral di Busan dan Beijing terkait kelancaran penerbitan izin ekspor mineral strategis. Pasalnya, proses perizinan kerap tersendat. Sejumlah perusahaan asal AS bahkan dilaporkan harus menunggu lebih dari enam bulan hanya untuk mengantongi lisensi ekspor mineral.

Baca Juga

Hanura Harap RUU Pemilu Disahkan Akhir Tahun 2026, Bareng RUU Perampasan Aset

Hanura Harap RUU Pemilu Disahkan Akhir Tahun 2026, Bareng RUU Perampasan Aset

Kondisi ini menambah tekanan pada rantai pasok industri AS. Sejak China memberlakukan pembatasan ekspor pada April 2025, harga berbagai material penting seperti yttrium, indium fosfida, hingga tungsten masih bertahan mendekati level rekor tertinggi.

Sinyal Menjelang KTT Washington

Ahli strategi geopolitik dari Rhodium Group, Reva Goujon, menilai langkah pengetatan ini bukan hal baru dalam taktik negosiasi Beijing. "China sangat efektif dalam menggunakan pengendalian ekspor logam tanah jarang untuk menekan Biro Industri dan Keamanan (BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS," ujar Goujon.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China menegaskan sikap resminya bahwa Beijing tetap berkomitmen menjaga stabilitas rantai pasok global untuk mineral penting.

Baca Juga

Desil Berubah Sesuai Kondisi Ekonomi, Jadi Tak Pasti Dapat Bansos?

Desil Berubah Sesuai Kondisi Ekonomi, Jadi Tak Pasti Dapat Bansos?

Data bea cukai mencatat volume ekspor yttrium China ke AS tahun ini masih berada di kisaran separuh dari level tahun 2024, kendati sempat ada peningkatan. Pada Juli lalu, China sempat mengirim 27 ton yttrium ke AS menyusul berhentinya pasokan selama dua bulan, mencatatkan salah satu volume bulanan tertinggi sejak Januari 2025.

Menjelang pertemuan tatap muka antara Xi Jinping dan Donald Trump di Washington, sejumlah perusahaan AS dilaporkan mulai menerima izin ekspor baru. Situasi ini membuka harapan bahwa proses persetujuan pengiriman mineral strategis akan kembali mencair seiring berjalannya dialog tingkat tinggi kedua pemimpin negara.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald Trump

Berita Terbaru Lainnya

Hanura Harap RUU Pemilu Disahkan Akhir Tahun 2026, Bareng RUU Perampasan AsetBobol Warung di Serang, Pencuri Gasak Ratusan Bungkus Rokok dan 20 Tabung LPGDesil Berubah Sesuai Kondisi Ekonomi, Jadi Tak Pasti Dapat Bansos?Tetangga Nuklir RI Sukses Luncurkan Satelit SendiriGus Ipul Catat 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main JudolPertamina Mulai Siapkan Infrastruktur E20Zulhas Sebut Harga Beras Bisa Tembus Rp20 Ribu Jika RI Terus ImporKemensos Tegaskan Kenaikan Desil Tak Otomatis Bikin Bansos Hilang

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap