berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

Marthen TandirerungDiterbitkan 24 Agu 2026 - 07.24 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Puncak lidah api Monumen Nasional (Monas) di Jakarta menyimpan catatan sejarah tentang kedermawanan luar biasa dari seorang saudagar asal Aceh bernama Teuku Markam. Dari total lapisan emas di puncak monumen kebanggaan ibu kota tersebut, Markam menyumbang sebanyak 28 kilogram emas murni untuk mendukung proyek mercusuar Presiden Soekarno. Nilai sumbangan tersebut setara dengan kisaran Rp 42 miliar pada masa kini.

Kendati menyumbangkan kekayaan bernilai fantastis demi simbol kedaulatan negara, riwayat hidup Markam justru berakhir getir seiring dengan terjadinya pergolakan politik nasional.

Perjalanan Karier Militer dan Lahirnya Konglomerasi Bisnis

Teuku Markam mengawali kiprahnya sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) usai proklamasi kemerdekaan. Dalam dinas militernya, ia terjun langsung mengangkat senjata melawan pasukan Belanda hingga menyandang pangkat Kapten. Pengalaman dinas tersebut menjadi dasar identitas bisnis yang dirintisnya pada tahun 1957, yaitu PT Karkam (Kulit Aceh Raya Kapten Markam).

Perusahaan tersebut berkembang pesat menjadi kekuatan ekonomi besar. Sebagaimana dicatat oleh Richard Robinson dalam kajian Indonesia: The Rise of Capital (2009), PT Karkam berhasil memegang hak eksklusif sebagai satu-satunya entitas bisnis di Indonesia yang mengekspor komoditas karet dari Sumatera Selatan ke Singapura dan Malaysia.

Diversifikasi usaha Markam terus meluas ke berbagai sektor strategis lainnya. Ia berhasil mengantongi lisensi resmi untuk impor kendaraan bermotor merek Nissan serta pasokan semen dari Jepang guna memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga

Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!

Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!

Kedekatan dengan Presiden Soekarno dan Puncak Kejayaan di Jakarta

Keberhasilan mengelola rantai perdagangan lintas negara membuat kekayaan Markam melesat drastis pada dekade 1960-an. Di Jakarta, ia dikenal kerap menyelenggarakan jamuan mewah yang turut dihadiri oleh Presiden Soekarno, mencerminkan kedekatan personal di antara keduanya.

Berdasarkan dokumentasi buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1984), akumulasi aset Markam pada tahun 1966 mencakup:

  • Deretan kendaraan bermotor, rumah tinggal, dan kepemilikan tanah di sejumlah lokasi.
  • Simpanan uang tunai senilai Rp 20 miliar.
  • Aset likuid dalam bentuk valuta asing sebesar US$30 juta.

Kekayaan yang melimpah tersebut sebagian disalurkan secara sukarela untuk kepentingan negara, termasuk pengadaan 28 kilogram emas murni pada mahkota Monas.

Penahanan Sembilan Tahun dan Nasionalisasi Aset Usaha

Perubahan peta kekuasaan politik pasca-1965 membawa dampak drastis bagi Markam. Hubungan eratnya dengan Presiden Soekarno membuat posisi bisnis dan keamanannya rentan di bawah pemerintahan baru era Presiden Soeharto.

Baca Juga

Operasional Pesawat Asing Ikut Tangani Karhutla, Prosedur Perizinan hingga Pengaturan Ruang Udara

Operasional Pesawat Asing Ikut Tangani Karhutla, Prosedur Perizinan hingga Pengaturan Ruang Udara

Pemerintah era Orde Baru melayangkan tuduhan bahwa Markam terlibat dalam tindak pidana korupsi serta dikaitkan dengan pemberontakan G30S. Meskipun tuduhan keterlibatan tersebut diproses tanpa pembuktian hukum yang sah, seluruh aset kekayaan pribadinya disita oleh negara.

Markam dijatuhi hukuman kurungan dan mendekam di penjara selama 9 tahun. Di sisi lain, operasional unit usaha PT Karkam diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah dan ditransformasikan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hingga kini beroperasi dengan nama PT Berdikari.

Akhir Hayat Sang Donatur Emas Monas

Setelah menjalani masa penahanan selama hampir satu dekade, Markam menjalani sisa hidupnya dalam kondisi fisik yang menurun. Ia menderita komplikasi penyakit diabetes dan gangguan organ hati.

Teuku Markam mengembuskan napas terakhir pada 25 Januari 1985. Walau namanya kerap luput dari perbincangan publik saat mengunjungi kawasan Monas, sumbangsih 28 kilogram emas di puncak tugu nasional tersebut tetap menjadi bukti fisik atas kontribusinya bagi Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MonasSejarah Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!Penjelasan Lengkap Pemerintah soal Emas 1.800 Ton di Bawah BantalOperasional Pesawat Asing Ikut Tangani Karhutla, Prosedur Perizinan hingga Pengaturan Ruang UdaraEkonom Wanti-wanti Dampak DP 0 Persen Motor Listrik NasionalWall Street Rebound, tetapi Saham AS Tetap Melemah SepekanRiset ITB, Seandainya Jakarta Nol Emisi, Ibu Kota Tetap Tak Akan Bebas PolusiTabrakan Beruntun di Dekat Grahadi Surabaya, Pengemudi Mabuk Akumulasi Pelanggaran dan Sebabkan Korban JiwaIstana Bantah Isu Haji Isam Pimpin Penanganan Karhutla RI

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap