Arus lalu lintas di kawasan exit Tol Sawangan menuju Parung Bingung, Depok, mengalami kemacetan parah pada malam hari. Antrean kendaraan yang mengular panjang membuat laju kendaraan tersendat total hingga berimbas luas ke sejumlah ruas jalan arteri di sekitarnya.
Kapolsek Pancoran Mas Kompol Hartono mengungkapkan biang kerok utama yang memicu kemacetan parah tersebut adalah adanya proyek infrastruktur di kawasan Sawangan Permai. Di lokasi tersebut, tengah berlangsung pekerjaan pemasangan gorong-gorong sekaligus pengecoran badan jalan.
"Penyebab kemacetan adanya pemasangan gorong-gorong di Sawangan Permai dan ada pengecoran jalan di Sawangan Permai," kata Hartono.
Penyempitan Lajur Berimbas ke Jalan Arteri
Pengerjaan fisik jalan tersebut otomatis memangkas kapasitas jalan yang tersedia. Penyempitan lajur di wilayah hukum Polsek Bojongsari itu memicu efek domino hingga ekor antrean kendaraan menumpuk sampai ke pintu keluar tol.
Data Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Kok Bisa?

Selain mengunci jalur keluar tol, dampak kepadatan merambat ke ruas jalan arteri di sekelilingnya. Salah satu titik penumpukan kendaraan paling padat terpantau di Jalan Muchtar Raya, khususnya pada persimpangan yang mengarah ke Bedahan dan Bojongsari.
Lumpuhnya arus lalu lintas membuat mobilitas warga terganggu parah. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, sejumlah penumpang bus Transjakarta bahkan memilih turun di tengah jalan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki demi menghindari jebakan macet.
Penanganan Arus dan Pemantauan NTMC Polri
Guna mengurai simpul kepadatan, jajaran kepolisian telah menerjunkan personel gabungan ke titik-titik krusial. "Lantas Bojongsari dan Lantas Polres (Depok) turun langsung untuk mengurai kemacetan," ujar Hartono.
Usut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Periksa Enam Saksi dari Yayasan hingga BUMN

Kendati petugas telah disiagakan, laju kendaraan masih terpantau padat merayap hingga larut malam. Petugas Call Center NTMC Polri, Dimas, mengonfirmasi bahwa kemacetan di rute tersebut masih bertahan hingga pukul 22.18 WIB.
Dimas menjelaskan bahwa penumpukan terjadi akibat lonjakan volume kendaraan yang melintas serta sempat minimnya pengaturan lalu lintas di bentang jalur simpang Parung Bingung hingga simpang Jalan Raya Keadilan.






