Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau belum membuahkan hasil hingga hari ketiga, Kamis (10/9/2026). Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di wilayah perairan tersebut.
Temuan di Enam Sektor Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan perkembangan operasi tersebut saat memberikan keterangan di Posko Gabungan SAR di Carita, Pandeglang. Tim di lapangan telah melakukan penyisiran yang terbagi ke dalam enam sektor pencarian.
Dari operasi di enam sektor tersebut, tim SAR menemukan sejumlah benda berupa satu buah jaket keselamatan (life jacket) dan sebuah pelampung botol. Di luar temuan barang tersebut, tanda-tanda keberadaan delapan korban yang hilang masih dinyatakan nihil.
Usut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Periksa Enam Saksi dari Yayasan hingga BUMN

Pihak SAR menegaskan belum dapat memastikan apakah life jacket yang ditemukan tersebut milik kapal yang ditumpangi oleh rombongan jurnalis. Seluruh barang temuan langsung dibawa menuju dermaga Ciwandan guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Terkendala Abu Vulkanik dan Kabut Asap Pekat
Selain menyisir perairan laut, tim SAR berupaya memaksimalkan pencarian dari udara menggunakan pesawat nirawak (drone) di area Gunung Anak Krakatau. Namun, pemantauan udara tersebut menghadapi hambatan serius akibat paparan abu vulkanik.
Savana Pengol Gunung Bromo Terbakar, Petugas Gabungan Dikerahkan Padamkan Api

Personel SAR di lapangan yang berada di KN SAR Tetuka sempat berupaya mengoperasikan drone pada Kamis ini, tetapi gagal bermanuver karena kondisi kabut asap di kawasan tersebut sangat pekat. Sehari sebelumnya, penerbangan drone juga sempat dicoba di Pulau Sebesi setelah upaya pencarian udara di sekitar Gunung Anak Krakatau dinilai berisiko tinggi.
Selain kendala operasi udara, tim SAR gabungan juga belum dapat memasuki wilayah Pulau Sertung untuk melakukan penyisiran. Langkah tersebut belum dilakukan karena Pulau Sertung berada di dalam radius bahaya tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.






