Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan kering menyebabkan lingkungan serta berbagai material di sekitar hunian menjadi jauh lebih rentan terbakar.
Guna mengantisipasi insiden kebakaran, warga diminta tidak melakukan aktivitas pemicu api, seperti kebiasaan membakar sampah secara sembarangan dan membuang puntung rokok di area yang kering. Selain itu, warga perlu memastikan api dapur telah benar-benar padam setelah selesai memasak, sekaligus menjauhkan berbagai sumber panas dari benda-benda yang mudah tersulut.
Polres Bogor Bongkar Peredaran Merkuri untuk Tambang Ilegal, 4 Orang Ditangkap

Potensi kebakaran akibat gangguan listrik juga menjadi perhatian penting. Gulkarmat DKI Jakarta menyarankan masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan kabel maupun stopkontak yang rusak, serta tidak membebani sirkuit listrik secara berlebihan. Mematikan dan mencabut peralatan listrik yang tidak terpakai menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan.
Gempa NTT, 3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Mayoritas di Palue

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, warga diimbau menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di tempat tinggal atau tempat usaha. Masyarakat juga diminta segera melapor ke petugas pemadam kebakaran apabila mendapati kemunculan asap atau titik api yang berpotensi merembet luas.






