Pasar modal Indonesia mencatatkan performa yang sangat impresif pada perdagangan hari Selasa, 4 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak signifikan sebesar 1,37 persen atau bertambah 85,12 poin ke level 6.319,61. Pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan memperlihatkan dominasi tren positif yang konsisten dari awal hingga akhir sesi. Perjalanan IHSG dimulai sejak bel pembukaan perdagangan di level 6.254,78. Sepanjang sesi berjalan, indeks terus bergerak aktif dalam rentang harian yang cukup dinamis, menyentuh titik terendah di level 6.238,40 sebelum akhirnya merangkak naik dan ditutup pada titik tertingginya di level 6.319,61 tepat pada saat sesi perdagangan berakhir.
Lompatan indeks yang cukup tajam ini didorong oleh aksi beli bersih yang masif dari investor asing yang masuk ke pasar saham domestik. Secara akumulatif di seluruh pasar, investor asing membukukan beli bersih atau net buy dengan nilai mencapai Rp623,48 militar. Apabila ditelisik berdasarkan kategorinya, aliran dana asing ini masuk secara signifikan melalui pasar reguler dengan nilai net buy mencapai Rp741,19 miliar. Sebaliknya, pada pasar tunai dan negosiasi, pemodal asing justru mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp117,71 miliar. Dari sisi komposisi pelaku transaksi harian, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia masih didominasi oleh investor domestik yang memegang porsi transaksi sebesar 67,10 persen, sedangkan porsi transaksi dari investor asing tercatat sebesar 32,90 persen.
Sektor perbankan, khususnya saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar besar, menjadi motor penggerak utama sekaligus sasaran prioritas akumulasi portofolio oleh pemodal asing. Emiten PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing dengan nilai net foreign buy mencapai Rp404,43 miliar. Tren akumulasi dana asing ini juga mengalir deras ke saham-saham perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Emiten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp129,87 miliar, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan net buy asing senilai Rp116,06 miliar.
Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Tingginya minat akumulasi terhadap saham-saham sektor keuangan ini secara langsung mendorong apresiasi harga saham masing-masing emiten secara signifikan pada akhir perdagangan. Saham BBNI memimpin laju penguatan di sektor perbankan dengan kenaikan sebesar 3,98 persen ke level Rp3.660 per lembar saham. Langkah ini diikuti oleh saham BBCA yang menguat 3,17 persen menjadi Rp6.500 per lembar saham. Sementara itu, saham BMRI mengalami apresiasi sebesar 2,16 persen ke posisi Rp4.260 per lembar saham, dan saham BBRI terkerek naik sebesar 1,32 persen ke level Rp3.060 per lembar saham. Saham perbankan lainnya seperti BBTN juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan kenaikan sebesar 1,24 persen sehingga parkir di level Rp1.225 per lembar saham.
Selain kelompok saham perbankan, pergerakan IHSG juga mendapat sokongan kuat dari saham-saham blue-chip di luar sektor keuangan yang mencatatkan kinerja positif. Di sektor telekomunikasi, saham TLKM terpantau menguat sebesar 1,82 persen ke level Rp2.790 per lembar saham. Emiten multisektor ASII juga mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 1,49 persen menjadi Rp5.125 per lembar saham. Dari sektor alat berat dan pertambangan, saham UNTR turut menopang indeks dengan penguatan sebesar 0,84 persen ke level Rp24.000 per lembar saham. Penguatan saham-saham berkapitalisasi besar ini memberikan dorongan moral yang kuat bagi pasar secara keseluruhan.
Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng

Secara umum, sebaran kekuatan pasar pada perdagangan hari ini menunjukkan dominasi tren naik yang cukup merata di berbagai sektor. Berdasarkan data perdagangan, terdapat sebanyak 399 saham yang bergerak menguat dan berhasil ditutup di zona hijau. Sementara itu, tercatat sebanyak 224 saham mengalami pelemahan harga, dan sebanyak 170 saham lainnya bergerak stagnan atau ditutup sama dengan harga penutupan hari sebelumnya. Distribusi pergerakan saham ini menunjukkan bahwa optimisme pasar tidak hanya terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar saja, melainkan juga menyebar ke berbagai lapisan saham lainnya di bursa.
Likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia sepanjang sesi ini terpantau sangat tinggi dan aktif. Volume perdagangan harian tercatat menyentuh angka 33,48 miliar lembar saham yang ditransaksikan oleh para pelaku pasar. Total nilai transaksi keseluruhan yang tercipta mencapai Rp12,95 triliun dengan frekuensi transaksi yang sangat padat, yaitu sebanyak 2.126.905 kali transaksi. Seiring dengan melesatnya harga mayoritas saham, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut terkerek naik secara signifikan hingga menyentuh angka Rp11.054,63 triliun pada penutupan perdagangan hari tersebut. Meskipun demikian, para investor diimbau untuk tetap mencermati dinamika pasar secara berkala mengingat fluktuasi harian dan porsi kepemilikan lokal yang dominan dapat mempengaruhi arah pergerakan indeks pada sesi-sesi perdagangan berikutnya.






