Pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam gardu listrik LRT Pancoran, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, proses identifikasi jasad korban menemui hambatan besar lantaran kondisi fisik jenazah yang menyulitkan petugas.
Kondisi sidik jari pria tersebut sudah tidak dapat terbaca oleh sistem pemindai identifikasi, sementara bagian wajahnya juga telah sulit untuk dikenali secara kasatmata.
Kendala Identifikasi dan Ketiadaan Laporan Keluarga
Untuk membantu proses pengungkapan jati diri korban, Tim Inafis telah diterjunkan secara langsung ke lokasi kejadian guna melakukan pemeriksaan forensik awal. Namun, rangkaian upaya pemeriksaan ilmiah yang dijalankan oleh Tim Inafis tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.
334 Siswa dan Guru di Agam Sumbar Keracunan MBG, Dapur Penyedia Dihentikan Sementara

Di sisi lain, penyelidikan kepolisian juga terkendala ketiadaan informasi pembanding dari masyarakat sekitar maupun pihak luar. Pihak kepolisian mencatat belum ada satu pun laporan orang hilang yang masuk dan diduga berkaitan dengan temuan jasad tersebut. Selain itu, hingga Rabu (2/9), belum ada pihak keluarga atau kerabat yang mendatangi kantor kepolisian untuk menanyakan maupun mencari keberadaan anggota keluarganya yang hilang.
Kronologi Penemuan dan Dugaan Motif Korban
Penemuan mayat di gardu listrik LRT Pancoran tersebut pertama kali terungkap pada Selasa (1/9) malam. Sebelum jasad korban ditemukan, warga di sekitar area gardu listrik sempat mencium aroma bau busuk menyengat dan melihat kerumunan banyak lalat di sekitar fasilitas tersebut, yang kemudian memicu kecurigaan hingga ditemukannya jenazah.
WN Taiwan Penyelundup 800 Kg Ketamin Dibawa ke Bareskrim

Berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, korban diduga sempat memanjat dan naik ke lantai dua area gardu listrik. Kapolsek Pancoran Kompol Suminto menyampaikan bahwa korban diduga kuat tewas seketika akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi di dalam ruangan gardu.
Selain itu, pria tersebut diduga menyusup masuk ke dalam gardu listrik dengan tujuan untuk melakukan aksi pencurian kabel. Dugaan tindak kejahatan tersebut didasari oleh temuan sejumlah barang bukti yang berada di dekat tubuh korban saat peristiwa terjadi, yakni berupa sebuah gergaji besi dan kantong plastik yang dibawanya.






