Tim SAR gabungan memastikan tidak menemukan objek yang menyerupai kapal terbalik di perairan dekat Gunung Anak Krakatau (GAK), Banten. Kepastian ini diperoleh setelah petugas melakukan pengecekan langsung ke lokasi menyusul beredarnya rekaman video yang viral di media sosial.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa tim SAR gabungan telah mendatangi titik lokasi menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) atau Sea Rider dan menerbangkan drone untuk memantau dari udara. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim tidak menemukan adanya bangkai kapal maupun objek mencurigakan seperti yang dinarasikan dalam video.
Al Amrad menjelaskan bahwa Sea Rider yang diturunkan untuk menerbangkan drone diposisikan sekitar 500 meter dari kawasan pesisir Gunung Anak Krakatau. Setelah petugas melakukan pengecekan silang secara menyeluruh di perairan tersebut pada Selasa (15/9), hasilnya dipastikan nihil.
Nakhoda KM Virgo 8 Ditemukan Selamat, Kini Jalani Pemeriksaan Terkait Insiden di Laut Jawa

Sebelum video tersebut viral, kawasan perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau sebenarnya sudah berulang kali disisir oleh Tim SAR Gabungan. Lokasi tersebut merupakan bagian dari wilayah pencarian (search area) KN SAR Tetuka. Munculnya video di media sosial membuat tim kembali melakukan verifikasi langsung guna memastikan kebenaran informasi.
Rekaman video itu pertama kali diambil oleh seorang konten kreator bernama Andrea Ramadhan pada Minggu (13/9). Saat itu, Andrea tengah mengabadikan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau menggunakan drone untuk konten di akun YouTube miliknya. Pada awalnya, Andrea tidak menyadari adanya benda asing di permukaan air.
PLN Kejar Elektrifikasi 105 Desa lewat Jaringan Baru di Kaltim

Ia baru memutar kembali rekaman tersebut setelah menerima pesan dari seorang warganet di Instagram. Karena merasa penasaran, Andrea memutuskan untuk mengunggah ulang cuplikan video ke akun Instagram miliknya guna meminta masukan dan pandangan dari netizen yang memahami situasi dugaan kapal terbalik di laut.
Penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau ini merupakan bagian dari rangkaian operasi pencarian yang masih berjalan. Memasuki hari kedelapan pencarian, petugas gabungan masih berupaya mencari keberadaan lima orang korban, yang terdiri dari jurnalis dan awak kapal, yang dilaporkan hilang sejak Senin (7/9).






