berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Kebuntuan Negosiasi Selat Hormuz

Fitri KaraengDiterbitkan 10 Agu 2026 - 08.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Kebuntuan Negosiasi Selat Hormuz
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi motor penggerak utama bagi pergerakan harga komoditas energi global. Pada perdagangan awal pekan, harga minyak dunia terpantau melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi pasar yang memanas ini dipicu oleh belum adanya titik temu atau kesepakatan akhir dalam negosiasi penting mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran logistik dan pengiriman energi paling vital di dunia. Ketidakpastian situasi ini membuat para pelaku pasar bersikap sangat waspada sembari terus mencermati perkembangan diplomasi internasional yang melibatkan negara-negara kunci di kawasan tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional menunjukkan respons yang sangat sensitif terhadap perkembangan situasi politik di Selat Hormuz. Minyak mentah Brent, yang selama ini menjadi acuan global untuk perdagangan energi, diperdagangkan di atas level USD 84 per barel pada saat pembukaan pasar hari Senin (10/8). Kenaikan harga ini memperpanjang tren positif setelah sebelumnya Brent sempat melonjak lebih dari 5 persen dalam tiga sesi perdagangan terakhir. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatatkan apresiasi nilai dengan naik sebesar 1,3 persen ke posisi USD 79,22 per barel. Lonjakan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari para pelaku pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global apabila jalur Selat Hormuz tetap tertutup.

Di sisi lain, sektor pasar keuangan global menunjukkan dinamika yang relatif lebih tenang dibandingkan dengan pasar komoditas energi. Indeks berjangka saham Amerika Serikat terpantau berada dalam kondisi yang relatif stabil menjelang adanya kabar terbaru mengenai kelanjutan perundingan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kontrak berjangka untuk indeks S&P 500 bergerak nyaris datar, setelah sebelumnya indeks acuan tersebut ditutup menguat sebesar 0,6 persen pada hari Jumat lalu hingga berhasil mencetak rekor tertinggi baru. Selain pergerakan di pasar saham, nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat juga terpantau relatif stabil terhadap berbagai mata uang utama dunia lainnya, menunjukkan bahwa pelaku pasar keuangan masih bersikap wait-and-see.

Baca Juga

Perkembangan Proyek dan Fasilitas Stasiun MRT Monas

Perkembangan Proyek dan Fasilitas Stasiun MRT Monas

Fokus utama dari ketidakpastian geopolitik ini berpusat pada proses negosiasi intensif yang melibatkan Iran dan Oman. Hingga akhir pekan lalu, kedua negara tersebut dikabarkan masih belum berhasil mencapai kesepakatan akhir untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang strategis. Teheran bahkan mengambil langkah tegas dengan kembali menegaskan sejumlah tuntutan besar kepada Washington pada hari Sabtu lalu sebagai syarat utama untuk membuka kembali selat tersebut secara penuh. Tuntutan besar ini memperumit posisi tawar-menawar di meja perundingan dan memperpanjang masa kebuntuan diplomasi yang tengah terjadi antara pihak-pihak terkait.

Menanggapi sikap keras dari pihak Teheran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan perubahan sikap diplomasi yang cukup signifikan. Pada hari Minggu, dalam sebuah wawancara khusus dengan Axios, Trump menampilkan pendekatan yang jauh lebih sabar dibandingkan dengan retorika konfrontatifnya di masa lalu. Ia menyatakan bahwa pihak Amerika Serikat bisa saja menunggu hingga tekanan ekonomi yang mereka berikan membuat Iran melunak dengan sendirinya. Sikap sabar ini muncul setelah selama berminggu-minggu sebelumnya Trump sempat melayangkan ancaman serangan udara besar-besaran ke Iran, sebelum akhirnya ia menahan diri demi memberikan ruang yang lebih luas bagi jalur diplomasi.

Baca Juga

Layanan Bus Sekolah Gratis Jakarta Beroperasi dengan 50 Rute pada Tahun Ajaran 2026/2027

Layanan Bus Sekolah Gratis Jakarta Beroperasi dengan 50 Rute pada Tahun Ajaran 2026/2027

Perubahan strategi diplomasi dari Gedung Putih ini memicu berbagai tanggapan dan analisis dari para pengamat ekonomi global. My Bui, seorang ekonom dari lembaga AMP Ltd., memberikan pandangan yang berusaha meminimalkan kekhawatiran berlebih di kalangan investor global. Menurut analisis yang disampaikan oleh Bui, para investor sebenarnya tidak perlu bersikap terlalu pesimistis terhadap perkembangan ketegangan ini. Ia menilai bahwa Trump kemungkinan besar akan kembali mengurungkan ancaman militernya terhadap Iran, terutama karena tingkat persetujuan publik terhadap kepemimpinan Trump di dalam negeri saat ini sedang berada di titik terendah. Faktor politik domestik ini dinilai akan menahan langkah agresif AS di luar negeri.

Lebih lanjut, My Bui menegaskan bahwa kondisi pasar global saat ini sebenarnya masih berjalan dalam koridor yang normal. Meskipun pasar dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga energi, pasar saham tetap mendapatkan dukungan kuat dari fundamental ekonomi yang solid. Pertumbuhan ekonomi yang kuat serta adanya peningkatan produktivitas menjadi pilar utama yang menjaga stabilitas pasar dari guncangan eksternal. Oleh karena itu, walaupun kebuntuan negosiasi Selat Hormuz terus memberikan tekanan dan mengerek naik harga minyak mentah dunia, fondasi ekonomi yang kokoh diharapkan mampu meredam dampak negatif yang lebih luas pada sistem keuangan dunia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald Trumpharga minyakSelat HormuzSaham

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Proyek dan Fasilitas Stasiun MRT MonasLayanan Bus Sekolah Gratis Jakarta Beroperasi dengan 50 Rute pada Tahun Ajaran 2026/2027Kebakaran Melanda SPBU Cilendek Bogor, Pertamina Alihkan Layanan BBM ke Dua Lokasi TerdekatMenanti Hasil Penyelidikan Resmi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan SumenepAturan Busana Karnaval Kemerdekaan, Mengapa MUI Melarang Pria Berpakaian Wanita?Wall Street Catat Rekor Baru, Indeks S&P 500 Melonjak 3,58 Persen dalam SepekanSpesifikasi Baru Mazda Genuine Oil untuk Mesin Skyactiv di IndonesiaGudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir Drone, Inventaris Rp89 Triliun Lenyap

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026