Kementerian Perdagangan secara resmi mengumumkan adanya kenaikan yang sangat signifikan pada harga referensi dan harga patokan ekspor untuk komoditas biji kakao. Penyesuaian harga terbaru ini mulai berlaku efektif untuk periode bulan Agustus 2026. Berdasarkan keterangan tertulis dari pihak kementerian, lonjakan tajam pada harga komoditas andalan ini tidak terlepas dari rentetan dampak negatif fenomena iklim El Nino yang melanda berbagai belahan dunia, sehingga pada akhirnya sangat mengganggu kelancaran rantai pasok global.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai akar permasalahan dari gangguan pasokan global tersebut. Ia menyebutkan bahwa masalah utama bersumber dari negara-negara produsen utama biji kakao yang berlokasi di wilayah Afrika Barat. Kawasan tersebut saat ini tengah dihadapkan pada kombinasi permasalahan yang cukup berat, mulai dari kondisi cuaca buruk, maraknya serangan hama pada tanaman, hingga terjadinya penurunan volume produksi secara umum. Situasi di lapangan yang sudah kurang menguntungkan ini kemudian diperburuk secara signifikan oleh efek lanjutan dari fenomena El Nino.








